Daerah

Harapan Baru Petani Jubellor Sugio Lamongan, Panen Semangka Diprediksi Melimpah

aksesadim01
8391
×

Harapan Baru Petani Jubellor Sugio Lamongan, Panen Semangka Diprediksi Melimpah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260805 WA0026

LAMONGAN – Harapan baru menyelimuti para petani semangka di Desa Jubellor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Memasuki musim tanam tahun ini, hamparan tanaman semangka di kawasan rawa yang mengering tumbuh hijau, sehat dan merata, memunculkan optimisme besar akan hasil panen yang melimpah dalam beberapa pekan mendatang.

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang diwarnai berbagai kendala, tahun ini para petani merasakan kondisi yang jauh lebih bersahabat.

Ketersediaan air yang melimpah, cuaca yang mendukung, serta minimnya serangan hama dan penyakit membuat proses budidaya berjalan lebih lancar.

Huda, salah seorang petani milenial, mengaku musim tanam kali ini menjadi salah satu yang paling menjanjikan.

Hampir seluruh tanaman berkembang dengan baik sehingga peluang memperoleh hasil panen maksimal semakin terbuka.

“Sepertinya semangka kali ini akan berhasil. Hampir semua tanaman tumbuh subur dan nyaris tidak ada penyakit yang mengganggu,” ujar Huda, Rabu (5/8/2026).

Menurut Huda, melimpahnya debit air di saluran sungai atau wangan menjadi faktor utama yang menunjang pertumbuhan tanaman.

Kondisi tersebut membuat petani lebih mudah melakukan penyiraman menggunakan mesin diesel karena kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi setiap hari.

“Air di wangan masih penuh. Karena itu banyak petani memilih menyiram menggunakan diesel, kalau memakai kocoran sudah tidak sanggup karena lahannya cukup luas,” jelasnya.

Meski optimistis menghadapi panen, Huda berharap pemerintah melalui instansi pertanian lebih aktif memberikan pendampingan kepada petani.

Hingga saat ini, menurutnya, belum ada penyuluhan langsung di lahan mengenai teknik budidaya maupun solusi menghadapi berbagai tantangan pertanian.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama TNI dapat hadir mendampingi petani menjelang panen agar persoalan anjloknya harga yang pernah terjadi pada musim sebelumnya tidak kembali terulang.

“Sebentar lagi kami panen. Harapan kami ada pendampingan dari dinas pertanian dan TNI supaya hasil panen tidak lagi dipermainkan harga seperti tahun lalu,” katanya.

Aktivitas para petani di lahan pun berlangsung hampir tanpa henti.

Sejak pagi mereka melakukan penyiraman, pemupukan, hingga pemeriksaan tanaman.

Bahkan pada malam hari, sebagian petani masih menyusuri kebun dengan lampu senter kepala untuk memastikan kondisi tanaman tetap aman dan terawat.

Sementara itu, petani lainnya, Pakiman, yang rutin membudidayakan semangka dan melon setiap musim kemarau, menjelaskan bahwa kedua komoditas tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Menurutnya, budidaya melon membutuhkan perhatian lebih dibandingkan semangka karena memerlukan penyangga, pengikatan sulur, pemangkasan tunas, hingga seleksi buah agar kualitas panen tetap terjaga.

“Kalau dibandingkan, melon jauh lebih rumit. Harus diberi lanjaran, sulurnya diikat, tunas dipangkas, bahkan sebagian buah harus dibuang supaya nutrisi tanaman fokus dan hasilnya lebih bagus,” ungkap Pakiman.

Meski prospek panen tahun ini dinilai sangat menjanjikan, para petani tetap menyimpan satu harapan besar, yakni stabilnya harga jual saat panen tiba.

Mereka berharap tidak ada lagi praktik permainan harga oleh penebas maupun tengkulak sehingga hasil kerja keras selama berbulan-bulan benar-benar memberikan keuntungan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan petani. (fs)