Daerah

11 SD di Bubulan Jadi Sasaran Kelas Inspirasi Bojonegoro, 804 Siswa Menanti

aksesadim01
×

11 SD di Bubulan Jadi Sasaran Kelas Inspirasi Bojonegoro, 804 Siswa Menanti

Sebarkan artikel ini
IMG 20260920 WA0006

BOJONEGORO – Semangat berbagi dan menyalakan mimpi anak-anak kembali hadir di Kabupaten Bojonegoro.

Kelas Inspirasi Bojonegoro ke-12 resmi dimulai melalui kegiatan Briefing Akbar yang digelar di Pendopo Malowopati, Pemkab Bojonegoro, Sabtu (19/9/2026).

Sekitar 100 peserta yang terdiri dari relawan pengajar dan dokumentator mengikuti kegiatan tersebut.

Menariknya, para relawan datang dari beragam latar belakang profesi dan tidak hanya berasal dari Bojonegoro.

Mereka juga datang dari sejumlah daerah sekitar, seperti Tuban dan Lamongan, bahkan dari luar pulau hingga luar negeri.

Kegiatan Kelas Inspirasi ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Pemkab menilai gerakan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara relawan pendidikan, tenaga pendidik, komunitas, dan masyarakat untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, mengatakan Kelas Inspirasi ke-12 akan menyasar sekolah-sekolah dasar di Kecamatan Bubulan.

“Ada 11 SD negeri, yaitu di Desa Bubulan dua SD, Cancung dua SD, Clebung empat SD, Sumberbendo dua SD, dan Morogunung satu SD. Total siswa sebanyak 804 anak,” ujarnya.

Para relawan nantinya akan masuk ke sekolah dan berbagi pengalaman sesuai profesi masing-masing.

Bukan hanya menyampaikan materi, mereka diharapkan mampu memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai beragam profesi dan perjalanan untuk meraih cita-cita.

Menurut Anwar, pengalaman yang dibagikan para profesional dapat menjadi pemantik semangat bagi anak-anak untuk memiliki tujuan sejak dini.

“Anak-anak yang ada di Bubulan ini sangat penting. Sebab, jika anak-anak sekarang sudah punya cita-cita, akan menjadi tujuannya ke depan. Ada semangat luar biasa yang bisa memacu kegiatan belajar mengajar di sekolah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada para relawan atas perhatiannya. Relawan yang hadir tidak hanya berasal dari Bojonegoro, tetapi juga dari Tuban, Lamongan, luar pulau, hingga luar negeri,” tandasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk upaya menangani persoalan anak tidak sekolah pada 2026.

Briefing Akbar menjadi tahap awal sebelum para relawan terjun langsung ke sekolah-sekolah sasaran pada puncak Hari Inspirasi.

Dalam pembekalan ini, relawan mendapatkan persiapan teknis agar pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan efektif dan memberikan pengalaman positif bagi para siswa.

Kelas Inspirasi diharapkan menjadi ruang pertemuan antara dunia profesi dan dunia pendidikan.

Para relawan dapat mengenalkan pengalaman kerja, perjalanan hidup, serta berbagai pilihan profesi kepada siswa dengan cara yang dekat dan mudah dipahami.

Dari kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal lebih banyak profesi, tetapi juga memiliki keberanian untuk bermimpi dan menyusun langkah menuju masa depan.

Pemkab Bojonegoro menyatakan dukungannya terhadap berbagai gerakan edukatif yang digerakkan oleh anak muda, relawan, dan komunitas.

Sinergi tersebut diharapkan ikut memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membangun generasi Bojonegoro yang cerdas, berdaya saing dan berkelanjutan. (er)