LAMONGAN – Upaya menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Lamongan terus diperkuat jajaran Kodim 0812/Lamongan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun komunikasi lintas sektor untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi konflik sosial sejak dini.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial yang berlangsung di Aula Kadet Suwoko, Makodim 0812/Lamongan, Senin (21/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi bagi unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk menyatukan pemahaman dalam membaca berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Hadir pula Ketua Tim Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) Letkol Arm Dwi Sutaryo, S.E., M.Han., Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah, serta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan Johny Indrianto Firmansyah.
Dalam arahannya, Dandim menekankan bahwa pencegahan konflik sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Komunikasi yang aktif dan berkelanjutan dinilai penting untuk memperkuat deteksi dini serta langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang lebih luas.
“Pencegahan konflik sosial tidak bisa dilakukan secara parsial. Butuh sinergi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Melalui forum ini, kita samakan persepsi dan tingkatkan kewaspadaan agar potensi gangguan keamanan dapat diredam sedini mungkin,” tegas Deni Suryo Anggo Digdo.
Menurutnya, komunikasi yang berjalan baik menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem kewaspadaan di wilayah.
Dengan koordinasi yang kuat, setiap perkembangan situasi dapat diketahui dan direspon secara cepat sesuai kondisi di lapangan.
Kehadiran Tim Pusintelad juga memberikan penguatan dari aspek teknis intelijen.
Pembahasan mencakup pentingnya deteksi dini, pemetaan potensi kerawanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memicu konflik sosial.
Sementara itu, keterlibatan Polres Lamongan dan Bakesbangpol memperlihatkan bahwa menjaga stabilitas wilayah membutuhkan kerja bersama lintas institusi.
Tidak hanya aspek keamanan, kondisi sosial dan politik di masyarakat juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0812/Lamongan mendorong terbentuknya jejaring komunikasi yang semakin kuat antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan komunikasi yang terbuka serta koordinasi yang berkesinambungan, berbagai potensi persoalan diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga Kabupaten Lamongan tetap aman, tertib, damai, dan kondusif dengan mengedepankan sinergi serta kepedulian seluruh elemen masyarakat. (fs)






