BOJONEGORO – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan menyapa langsung masyarakat hingga tingkat desa.
Salah satu fokus utamanya adalah mendorong pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) sekaligus mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Komitmen tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, saat menghadiri Kunjungan Kerja Terpadu di Desa Kawangmangu, Kecamatan Ngambon, Rabu (5/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Cantika menjelaskan bahwa program Gayatri tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan ayam petelur kepada masyarakat, tetapi juga diarahkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Program Gayatri memberikan bantuan sebanyak 54 ekor ayam. Sementara pengembangan Gayatri menjadi program unggulan TP PKK. Harapannya, setiap keluarga memiliki sekitar tujuh ekor ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya yakin sebagian besar warga di sini juga telah memelihara ayam petelur,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan Gayatri dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga melalui hasil ternak sendiri.
Selain sektor ekonomi keluarga, Cantika juga menaruh perhatian besar terhadap upaya penurunan angka stunting yang selama ini menunjukkan tren positif di Kabupaten Bojonegoro.
Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak cepat merasa puas meski capaian Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur sudah tergolong baik.
“Stunting Bojonegoro sudah menunjukkan hasil yang baik, tetapi jangan sampai lengah. Upaya pencegahan harus terus dilakukan. Begitu pula dengan persoalan anak tidak sekolah yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Cantika mengungkapkan, salah satu penyebab anak putus sekolah adalah kondisi orang tua yang bekerja di luar daerah sehingga pengawasan terhadap pendidikan anak menjadi berkurang.
Karena itu, komunikasi yang erat antara keluarga, sekolah dan pemerintah dinilai menjadi kunci agar tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
“Kalau ada satu anak yang kembali bersekolah, berarti kita telah menyelamatkan satu masa depan. Saya optimistis dua program ini dapat berjalan dengan baik apabila didukung seluruh masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh kader dan pihak yang selama ini terlibat dalam mendukung berbagai program sosial di Bojonegoro.
“Semoga semua pengorbanan dan dedikasi bapak ibu menjadi keberkahan dan amal jariyah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, mengungkapkan hingga 29 Juli 2026 masih terdapat 5.199 Anak Tidak Sekolah (ATS) usia sekolah di Kabupaten Bojonegoro.
Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan.
“Pemerintah berkewajiban memberikan layanan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat. Pendidikan adalah hak seluruh anak Bojonegoro,” jelas Agus.
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga telah menyiapkan berbagai program beasiswa agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Wajib belajar kita 13 tahun. Jangan sampai ada anak putus sekolah. Bahkan dalam ajaran agama, menuntut ilmu merupakan kewajiban. Jika ada anak yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan, Dinas Pendidikan siap memberikan fasilitasi karena itu menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga menyerahkan berbagai bantuan kepada lansia, balita, remaja putri, dan ibu hamil.
Rombongan turut meninjau pelayanan Posyandu, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), pengembangan Program Gayatri, hingga layanan bagi penyandang disabilitas di Desa Kawangmangu sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Salah seorang penerima bantuan, Tamirah, warga RT 3 Desa Kawangmangu, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Saya juga senang bisa bertemu langsung dengan Ibu Cantika Wahono beserta rombongan,” ucapnya.
Melalui kunjungan kerja yang rutin menjangkau desa-desa, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap pengembangan Program Gayatri semakin meluas, angka Anak Tidak Sekolah terus menurun, serta terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat dalam menciptakan generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, mandiri, dan berdaya saing. (er)






