Daerah

GAS Cabang Bojonegoro Resmi Berdiri, Nasihin ‘Hantu’ Siap Jaga Persaudaraan

aksesadim01
×

GAS Cabang Bojonegoro Resmi Berdiri, Nasihin ‘Hantu’ Siap Jaga Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260920 WA0026

BOJONEGORO – Semangat memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan mulai digaungkan dari Bumi Angling Dharma.

Pimpinan Cabang GAS Bojonegoro resmi berdiri dan diperkenalkan kepada publik dalam sebuah kegiatan di Kelurahan Banjarjo, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (20/9/2026).

Peresmian berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Sejumlah pengurus serta anggota GAS dari berbagai wilayah turut hadir memberikan dukungan terhadap terbentuknya kepengurusan baru tersebut.

Hiburan elekton ikut memeriahkan acara, namun, suasana keakraban dan silaturahmi tetap menjadi bagian utama dalam momentum tersebut.

Ketua Umum GAS, H. J. Mahendra, hadir secara langsung bersama jajaran pengurus dan anggota.

Kehadiran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta hubungan antar pengurus GAS di berbagai daerah.

Turut hadir Ketua Umum Yayasan Lingkar Perdamaian, Ustad Marno, yang mengikuti prosesi peresmian kantor GAS Cabang Bojonegoro.

Kehadiran sejumlah tokoh tersebut memperlihatkan bahwa pembentukan cabang GAS di Bojonegoro tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya struktur organisasi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas silaturahmi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Dalam kepengurusan Pimpinan Cabang GAS Bojonegoro, Nasihin yang akrab disapa “Hantu” dipercaya mengemban amanah sebagai ketua.

Nasihin merupakan putra asli Bojonegoro dari Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru.

Sementara Yulianto alias Teyeng, warga Sukorejo, Bojonegoro, turut menjadi bagian dari jajaran yang mendukung perjalanan GAS di wilayah tersebut.

Nasihin menegaskan, keberadaan GAS di Bojonegoro diharapkan tidak berhenti pada kegiatan organisasi semata.

Menurutnya, persaudaraan, komunikasi, kepedulian dan gotong royong harus menjadi ruh dalam setiap langkah.

“Kami ingin GAS Bojonegoro menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk berkomunikasi, saling membantu dan bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Nasihin.

Ia juga menyampaikan bahwa jajaran GAS Bojonegoro akan berupaya membangun hubungan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kami akan menjaga kekompakan dan mengedepankan musyawarah. Kalau ada persoalan di tengah masyarakat, semangat kami adalah mencari jalan keluar bersama dengan cara yang baik dan damai,” imbuhnya.

Nama Bojonegoro memiliki kekayaan sejarah, budaya dan cerita rakyat yang berkembang dari generasi ke generasi.

Salah satu yang lekat dengan identitas budaya daerah adalah kisah Angling Dharma.

Salah satu tempat yang dipercaya masyarakat memiliki keterkaitan dengan kisah tersebut adalah Situs Mlawatan di Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu.

Kisah Angling Dharma dalam berbagai versi tidak hanya menjadi cerita rakyat, tetapi juga bagian dari ingatan budaya masyarakat Bojonegoro.

Sosok Angling Dharma kerap dikaitkan dengan nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, tanggung jawab, serta hubungan dengan masyarakat.

Semangat tersebut kemudian dijadikan simbol dalam momentum berdirinya GAS Cabang Bojonegoro.

Nilai persatuan, kebijaksanaan, keteguhan, kepedulian dan persaudaraan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Prosesi peresmian juga ditandai dengan pemotongan tumpeng atau bucu.

Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar perjalanan GAS Cabang Bojonegoro berjalan lancar dan membawa keberkahan.

Tumpeng juga memiliki makna kebersamaan, berbagai unsur yang menyatu dalam satu sajian menggambarkan bahwa tujuan bersama akan lebih mudah diwujudkan melalui kerja sama.

Semangat itu pula yang ingin dibangun GAS di Bojonegoro,
Ke depan, GAS Cabang Bojonegoro diharapkan mampu menjadi ruang komunikasi yang terbuka bagi masyarakat.

Tidak hanya berkumpul, organisasi tersebut juga diharapkan dapat mendengar berbagai persoalan di lingkungan sekitar dan membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan sosial maupun kemasyarakatan.

Nasihin bersama seluruh jajaran Pimpinan Cabang GAS Bojonegoro diharapkan mampu menjaga amanah organisasi dengan mengedepankan kekompakan, persaudaraan, gotong royong, serta hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.

Dari Bumi Angling Dharma, GAS Bojonegoro membawa pesan sederhana, yakni persaudaraan harus dirawat, kebersamaan harus diperkuat, dan kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan.

Dengan semangat tersebut, GAS Cabang Bojonegoro diharapkan dapat ikut berkontribusi menjaga suasana masyarakat tetap guyup, rukun, aman, kondusif, harmonis dan damai. (er)