BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan, Penguatan Sinergi, dan Kemitraan Organisasi Kemasyarakatan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 19 organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Bojonegoro.
Selain menjadi ajang silaturahmi, forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman regulasi, meningkatkan sinergi antara pemerintah dan Ormas, serta mempertegas peran organisasi dalam menjaga persatuan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid, menjelaskan bahwa pembinaan ini memiliki dua tujuan utama.
Pertama, meningkatkan pemahaman Ormas terhadap regulasi dan tata kelola organisasi agar berjalan sesuai ketentuan.
Kedua, memperkuat kapasitas organisasi sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 388 organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Kabupaten Bojonegoro.
Dari jumlah tersebut, 237 Ormas berstatus aktif, sementara 151 lainnya masih dalam proses verifikasi untuk memastikan keberadaan dan legalitas organisasinya.
“Kami berharap organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan besar dalam mendukung program pembangunan pemerintah sekaligus mewujudkan Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” ujar Amir Sahid.
Selain pembinaan, Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis kepada sejumlah organisasi penerima sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan mereka.
Adapun penerima hibah tersebut meliputi:
DPC Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp219.180.000.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp208.154.000.
PP Polri Pengurus Cabang Bojonegoro sebesar Rp50.000.000.
Pengurus Cabang Persatuan Purnawirawan TNI AD sebesar Rp30.000.000.
DPC Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp22.250.000.
Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Santo Paulus Bojonegoro sebesar Rp17.000.000.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi kemasyarakatan yang selama ini aktif menjaga persatuan, memperkuat kehidupan sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran Ormas menjadi modal sosial yang sangat penting di tengah masyarakat.
Meski banyak organisasi bergerak secara swadaya dengan keterbatasan sumber daya, semangat gotong royong dan kepedulian yang dimiliki mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati juga mengingatkan bahwa kegiatan pembinaan menjadi ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi, menyelesaikan berbagai persoalan bersama, serta menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Bupati mengajak seluruh Ormas menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, peran Ormas sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas daerah, memperkuat persatuan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media digital.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, Pemkab Bojonegoro optimistis pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan demi menciptakan Bojonegoro yang semakin maju, sejahtera dan membanggakan. (Pro/er)






