Daerah

Tak Sekadar MPLS, Siswa Baru SMPN 1 Baureno Bojonegoro Belajar Jadi Generasi Anti Korupsi

aksesadim01
6602
×

Tak Sekadar MPLS, Siswa Baru SMPN 1 Baureno Bojonegoro Belajar Jadi Generasi Anti Korupsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260723 WA0051

BOJONEGORO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, tahun ini menghadirkan materi yang berbeda dari biasanya.

Selain mengenal lingkungan sekolah, sebanyak 320 peserta didik baru juga mendapatkan pembekalan khusus mengenai pendidikan antikorupsi sebagai langkah membangun karakter sejak dini.

Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Master Choyr Sudarmono, Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Melalui penyuluhan interaktif, para siswa diajak memahami bahaya korupsi, pentingnya menjaga integritas, serta membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Choyr Sudarmono menegaskan bahwa upaya mencegah korupsi tidak cukup dilakukan ketika seseorang telah dewasa.

Menurutnya, nilai-nilai antikorupsi harus ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi bagian dari karakter setiap individu.

Ia menjelaskan bahwa korupsi bukan hanya soal penyalahgunaan uang atau jabatan.

Kebiasaan sederhana seperti menyontek saat ujian, berbohong, datang terlambat, hingga mengabaikan tanggung jawab merupakan perilaku yang dapat menjadi bibit lahirnya tindakan tidak jujur di masa depan.

“Integritas adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter. Anak-anak perlu dibiasakan bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, hidup sederhana, serta berani menyampaikan kebenaran,” ujarnya.

Suasana penyuluhan berlangsung hidup karena materi disampaikan secara komunikatif melalui diskusi, sesi tanya jawab, permainan edukatif dan berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan para pelajar.

Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami bahwa pemberantasan korupsi dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.

Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Negeri 1 Baureno, M. Riono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penyuluhan tersebut.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter yang memang menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan MPLS.

Dia berharap seluruh peserta didik tidak hanya memahami materi yang telah diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari selama menempuh pendidikan di sekolah.

“Dengan membiasakan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sejak sekarang, kami ingin menciptakan budaya sekolah yang berintegritas dan bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai kejujuran,” ungkapnya.

Kolaborasi antara Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan SMP Negeri 1 Baureno diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta berani menjadi pelopor budaya antikorupsi.

Melalui pendidikan karakter yang dimulai sejak bangku sekolah, diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi sebagai bekal membangun Indonesia yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi. (er)