BOJONEGORO – Ancaman bencana bisa datang tanpa mengenal waktu, untuk memastikan personelnya selalu siap menghadapi kondisi darurat, Kodim 0813 Bojonegoro kembali mengasah kemampuan prajurit melalui latihan pemadaman kebakaran, Rabu (9/9/2026).
Latihan tersebut diikuti satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel Kodim 0813 Bojonegoro.
Kegiatan difokuskan pada pemantapan keterampilan serta kesiapan prajurit ketika harus terjun membantu penanganan bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Bintara Tinggi Operasi dan Latihan (Bati Opslat) Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu Supriyanto, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan satuan dalam menjalankan tugas perbantuan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi geografis dan dinamika bencana di Bojonegoro membuat kesiapsiagaan personel perlu terus ditingkatkan.
Selain banjir, kebakaran juga menjadi salah satu potensi bencana yang harus diantisipasi.
“Mengingat bencana di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini cukup bervariasi seperti banjir dan kebakaran, Kodim 0813 Bojonegoro terus menyiagakan personel, alat, beserta perlengkapannya,” ujarnya.
Kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut jumlah personel, tetapi juga kemampuan menggunakan peralatan serta mengambil langkah cepat ketika berada di lokasi bencana.
Peltu Supriyanto menegaskan, latihan secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan prajurit tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memahami prosedur penanganan ketika kondisi darurat terjadi.
“Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara TNI dan instansi daerah agar penanggulangan kebakaran di lapangan dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terintegrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Serka Cukup Wibowo yang bertindak sebagai pemateri berharap latihan tersebut mampu meningkatkan kepedulian sekaligus kecepatan respons seluruh prajurit.
Menurutnya, kemampuan menghadapi kebakaran perlu terus diasah agar personel dapat mengambil tindakan yang tepat sekaligus membantu menekan risiko kerugian apabila bencana terjadi di tengah masyarakat.
“Dengan latihan berkala seperti ini, kita membangun kapasitas dan kemampuan nyata untuk mencegah sekaligus meminimalkan dampak kerugian apabila terjadi musibah kebakaran di masyarakat,” pungkasnya.
Dalam praktiknya, para prajurit tampak serius mengikuti simulasi penanganan kebakaran.
Mereka mempraktikkan penggunaan perlengkapan armada tangki air atau water tank, sekaligus mengasah taktik pemadaman untuk mengendalikan kobaran api secara efektif.
Melalui latihan tersebut, Kodim 0813 Bojonegoro memastikan kesiapan personelnya terus terjaga.
Ketika bencana sewaktu-waktu terjadi, prajurit diharapkan mampu bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk membantu masyarakat. (er)






