Daerah

Pemuda Bojonegoro Digenjot Mandiri, NIB hingga Marketplace Disiapkan

aksesadim01
4
×

Pemuda Bojonegoro Digenjot Mandiri, NIB hingga Marketplace Disiapkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260910 WA0009

BOJONEGORO – Bukan hanya mencari pekerjaan, pemuda Bojonegoro didorong berani menciptakan peluang ekonomi sendiri.

Pesan itu mengemuka dalam unjuk karya sekaligus penutupan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026 yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, tersebut diikuti 150 peserta yang telah menuntaskan seluruh rangkaian bootcamp.

Program ini tak berhenti pada pemberian materi, para peserta juga mendapat pengalaman praktik, pendampingan pengembangan usaha hingga kesempatan mengurus legalitas bisnis.

Salah satunya melalui fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dilakukan melalui kerja sama Dinpora dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro.

Tak hanya itu, peserta juga memperoleh tambahan wawasan dari Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, tantangan dunia kerja saat ini semakin berkembang.

Pemuda tidak cukup hanya memiliki orientasi untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga perlu memiliki keberanian membangun peluang kerja.

“Pekerjaan tidak harus dicari, tapi diciptakan. Maka pelatihan ini sebagai dasar. Setelah ini tinggal dicoba. Anak-anak sudah punya pembelajaran, setelah ini tinggal terjun ke lapangan,” ujar Nurul Azizah.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperbanyak pengalaman.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan adalah program magang yang tersedia melalui Dinas Tenaga Kerja.

Ia juga mendorong pemuda agar konsisten dengan bidang yang telah dipilih dan ditekuni.

“Sesuatu yang sudah ditekuni akan berhasil. Bangkit bisa diwujudkan karena semangat,” tegasnya.

Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang Sugianto menjelaskan, Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda 2026 digelar dengan menggandeng sejumlah mitra.

Di antaranya PIB Ringin Tunggal, Zahida, Ademos, P4S Joyo Tani, Opsi Visi Raya dan Omah Menyok.

Dari 150 peserta yang mengikuti kegiatan, seluruh rangkaian bootcamp telah diselesaikan.

Peserta mendapatkan perpaduan antara pembelajaran dan praktik langsung.

“Dari peserta 150 yang hadir pada siang hari ini, pada hari ini kita telah selesai melaksanakan bootcamp. Harapan kami di Dinpora, kita telah memberikan pelatihan sekaligus cara praktik,” jelas Arief.

Namun, kemampuan membuat produk dinilai belum cukup, peserta juga diarahkan membangun jaringan agar produk yang dihasilkan memiliki pasar.

Salah satu strategi yang diperkenalkan adalah memanfaatkan afiliator untuk membantu memasarkan produk melalui media sosial maupun berbagai marketplace.

“Harapan kami bukan hanya bisa produksi saja, tapi juga punya koneksi dan jaringan baru,” katanya.

UMKM Jadi Kekuatan, Pemuda Diminta Berani Mulai
Sementara itu, Cantika Wahono mengingatkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam mendukung berbagai agenda pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Dia menyebut terdapat lima fokus pembangunan yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni menekan angka kemiskinan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan konektivitas wilayah.

Dalam konteks ekonomi kerakyatan, Cantika menyebut jumlah pelaku UMKM di Bojonegoro sangat besar, bahkan hampir mencapai 100 ribu.

“Semua ini perlu adik-adik semuanya ketahui, pelaku UMKM hampir 100 ribu,” ungkapnya.

Besarnya potensi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah pembangunan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Karena itu, Cantika mendorong pemuda untuk mengambil bagian melalui pengembangan usaha dan mendorong UMKM agar mampu naik kelas.

Langkah tersebut diharapkan ikut memperkuat perekonomian sekaligus membantu pemerintah mencapai target penurunan kemiskinan.

“Di Kabupaten Bojonegoro banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Tentu ini menjadi semangat kita semua untuk bisa mandiri dan UMKM naik kelas, jadi target menurunkan kemiskinan bisa tercapai,” jelasnya.

Cantika juga berpesan agar peserta tidak minder memulai usaha dari skala kecil.

Menurutnya, setiap orang mempunyai kelebihan yang dapat diasah dan dikembangkan.

“Semua orang berawal dari nol. Tapi kalau kita pintar itu sebuah berkah, tapi tidak semua dari kita itu pintar. Jika tidak pintar, kita harus meraih untung. Akademik dan nonakademik harus kita asah. Dan mulailah dari hal-hal kecil yang kita kuasai,” pesannya.

Penutupan bootcamp ini pun bukan menjadi akhir perjalanan bagi 150 pemuda tersebut.

Justru, program tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk membawa keterampilan yang telah diperoleh ke dunia nyata.

Dinpora berharap para peserta mampu mengembangkan produk, mengurus legalitas usaha, memperluas pemasaran, membangun jejaring, serta menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.

Semangat “Berdaya Bersama, Mandiri Berkarya” pun diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi gerakan pemuda Bojonegoro untuk berkarya dan menciptakan lapangan kerja. (er)