Peristiwa

Kisah 2 Relawan Damkar Kalteng yang Gugur usai Bertugas

aksesadim01
3
×

Kisah 2 Relawan Damkar Kalteng yang Gugur usai Bertugas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260904 WA0024

KALTENG – Duka menyelimuti perjuangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dua relawan pemadam kebakaran (damkar) yang selama ini berada di garis depan penanganan kebakaran dilaporkan meninggal dunia setelah menjalankan tugas.

Kedua relawan tersebut yakni Ahmadin alias Itam Madin (56) dan Akhmad Rijani (54).

Kabar meninggalnya dua pejuang karhutla itu turut menjadi perhatian publik di media sosial.

Informasi tersebut salah satunya dibagikan melalui akun Instagram @storyrakyat_ pada Jumat, 4 September 2026.

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa kedua relawan meninggal dunia setelah sebelumnya terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Ucapan belasungkawa pun berdatangan, banyak pihak mengenang dedikasi keduanya yang telah ikut membantu memadamkan karhutla dan menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.

“Selamat jalan, para pejuang. Dedikasi kalian akan selalu dikenang,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Ahmadin alias Itam Madin merupakan relawan Damkar Huma Singgah Itah yang berada di Kelurahan Mendawai, Kalimantan Tengah.

Ia juga diketahui menjadi anggota resmi Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terdaftar di bawah naungan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat.

Berbeda dengan korban yang meninggal di lokasi kejadian, Itam Madin disebut tidak langsung tutup usia setelah menjalankan tugas pemadaman karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, mengatakan Itam Madin sempat mengalami gangguan kesehatan dan menjalani perawatan di rumah sakit.

“Beliau mengeluh sakit dan sempat diopname di rumah sakit untuk berobat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia beberapa hari kemudian,” ujar Samuel, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Samuel, sebelum meninggal dunia, Itam Madin mengalami gejala sesak napas.

Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan kemungkinan kelelahan setelah menjalankan aktivitas pemadaman.

“Memang beliau kondisi kesehatannya ada gejala sesak napas dan usianya sudah tua. Diperkirakan ada faktor kecapekan atau lelah usai pemadaman,” jelasnya.

Meski demikian, dugaan kelelahan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti kematian.

Kabar duka lainnya datang dari Kota Palangka Raya, Akhmad Rijani (54), Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka Raya, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026 setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelum kondisinya menurun, Akhmad Rijani diketahui ikut menangani karhutla di Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ketua Emergency Respons Palangka Raya, Jean Steve, mengatakan Akhmad Rijani diduga mengalami kelelahan setelah menjalankan tugas penanganan karhutla.

“(Almarhum) meninggal beliau kabarnya karena kelelahan. Tapi kita belum tahu apakah memang ada penyakit bawaan lainnya,” ungkap Jean, Kamis, 3 September 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyebab kematian Akhmad Rijani masih belum dapat dipastikan.

Kemungkinan adanya penyakit bawaan juga masih menjadi hal yang perlu ditelusuri.

Dua kabar duka tersebut kembali menunjukkan beratnya tugas para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Mereka berada di lapangan untuk membantu mengendalikan kebakaran, sementara kondisi fisik dan kesehatan tetap menjadi faktor penting selama menjalankan tugas.

Hingga kini, dugaan kelelahan maupun kemungkinan penyakit bawaan belum dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal meninggalnya kedua relawan tersebut. (hk)