BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengembangkan potensi geologi terus diperkuat melalui kehadiran Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman.
Fasilitas ini tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga diproyeksikan sebagai pusat kajian akademik dan penelitian geologi yang dapat menjadi rujukan bagi peneliti, akademisi, hingga pemerhati geologi dari berbagai daerah bahkan dunia.
Pembangunan PIG Geopark merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat langkah Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Selain menjadi simbol komitmen pelestarian warisan geologi, PIG juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan pendidikan, penelitian, hingga sektor pariwisata berbasis geologi.
Bojonegoro sendiri memiliki kekayaan geologi yang sangat beragam.
Saat ini terdapat 31 situs warisan geopark, terdiri atas 20 geodiversity site, 3 biodiversity site, dan 8 cultural site yang menjadi kekuatan utama kawasan geopark.
Pada tahun 2025, koleksi geosite Bojonegoro semakin bertambah dengan masuknya lima lokasi baru, yakni Formasi Bulu Beji, Geoarkeologi Matar, Batu Gamping Kokina, Formasi Lidah Bareng, serta Formasi Kalibeng Sambungrejo.
Penambahan tersebut semakin memperkuat nilai ilmiah dan daya tarik Geopark Bojonegoro.
Gedung PIG Geopark berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro seluas 965,64 meter persegi, dengan luas bangunan utama mencapai 644 meter persegi yang terdiri dari dua lantai.
Di dalamnya, pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi ilmiah mengenai keunikan geologi Bojonegoro, mulai dari struktur batuan, fosil, hingga fenomena tenaga alam yang menjadi bagian penting dari warisan geologi nasional.
Tak hanya itu, keberadaan PIG juga menjadi sarana pendukung riset dan pendidikan bagi akademisi, mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin mempelajari kekayaan geologi Bojonegoro secara lebih mendalam.
Melalui fasilitas ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap pengembangan geowisata edukatif dapat semakin berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan geopark. (er)






