BOJONEGORO – Museum Rajekwesi yang berada di Jalan Pahlawan, tepat di sisi selatan Alun-Alun Bojonegoro, kini hadir sebagai wajah baru pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat edukasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan Museum Rajekwesi menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda melalui konsep museum yang lebih modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Beragam koleksi bernilai tinggi tersimpan di museum ini. Pengunjung dapat melihat fosil-fosil purbakala seperti gigi hiu purba, cangkang kerang yang telah membatu, hingga fosil tulang gajah yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah alam Bojonegoro.
Tak hanya koleksi geologi, Museum Rajekwesi juga memiliki ruang khusus peninggalan masa Hindu-Buddha yang menyimpan berbagai artefak bersejarah.
Salah satu koleksi unggulannya adalah Prasasti Adan-Adan, yang memiliki nilai penting dalam mengungkap jejak sejarah dan peradaban masa lampau di wilayah Bojonegoro.
Museum Rajekwesi diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum.
Melalui berbagai koleksi yang dipamerkan, pengunjung dapat memahami perjalanan sejarah, mengenal kekayaan budaya lokal, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.
Museum Rajekwesi menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami sejarah, mengenal tokoh dan warisan budaya, serta mengambil pelajaran dari masa lalu sebagai bekal membangun Bojonegoro di masa depan.
Dengan wajah baru yang lebih representatif, Museum Rajekwesi diharapkan semakin menarik minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya unggulan di Kabupaten Bojonegoro. (er)






