Daerah

Bukan Hanya Konser Biasa, Musisi Malang Galang Donasi untuk NTT

aksesadim01
2
×

Bukan Hanya Konser Biasa, Musisi Malang Galang Donasi untuk NTT

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 WA0001

MALANG – Musik tak hanya soal panggung dan hiburan, dari Kota Malang, lantunan nada akan menjadi bentuk kepedulian untuk saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tiga komunitas musik, Go Home, Karlos Rock City (KRC), dan Long Hair Rock Big Family, berkolaborasi bersama Yamaha Malang menggelar Charity Concert Peduli NTT.

Mengusung tema “Kita Ada Untuk Mereka, Satu Hati, Satu Nada, Satu Harapan”, konser amal tersebut akan berlangsung Sabtu, 12 September 2026, di Yamaha Kayutangan, Kota Malang.

Panggung kepedulian ini dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Wijo Setyawan, mengatakan konser tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata para musisi Malang terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana di NTT.

Menurutnya, musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan banyak orang dalam satu semangat kemanusiaan.

“Lewat panggung musik, kami ingin menyatukan rasa kepedulian untuk saudara-saudara kita di NTT,” ujar Wijo.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Yamaha Malang dan PT RSSM yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Bagi para penggagas, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik. Setiap nada yang dimainkan diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak orang untuk ikut membantu.

Panitia memastikan 100 persen dana yang terkumpul dari donasi akan disalurkan kepada para korban bencana di NTT.

Sejumlah grup musik juga telah disiapkan untuk menghidupkan panggung amal tersebut.

Mereka di antaranya Warrior, Whisky, Rock Home, Excommunicado, dan AK.
Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat memberikan donasi secara langsung di lokasi konser.

Donasi juga dapat dilakukan melalui QRIS Yayasan Gimbal Alas Indonesia.

Panitia mengajak masyarakat dan pencinta musik di Malang Raya untuk datang, menikmati penampilan para musisi, sekaligus mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

Dari Kayutangan, Malang, sebuah pesan sederhana akan disuarakan melalui musik yakni kepedulian tidak mengenal jarak. Satu hati, satu nada, satu harapan untuk NTT. (Fur)