Daerah

Parah, Jalan Balenrejo Bojonegoro Jadi Tempat Sampah, DLH Diminta Turun Tangan

aksesadim01
5467
×

Parah, Jalan Balenrejo Bojonegoro Jadi Tempat Sampah, DLH Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260502 WA0023

BOJONEGORO – Persoalan sampah liar kembali mencuat di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Kali ini terjadi di jalur penghubung Desa Balenrejo menuju Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, di mana tumpukan sampah terlihat semakin menggunung dan dibiarkan begitu saja.

Yang menjadi sorotan, keberadaan papan larangan membuang sampah di lokasi tersebut seakan tak memiliki arti.

Sampah rumah tangga terus dibuang secara sembarangan oleh pihak tak bertanggung jawab, menunjukkan rendahnya kesadaran sekaligus minimnya efek jera.

Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga.

Lebih dari itu, tumpukan sampah berpotensi menjadi sumber penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Kepala Desa Balenrejo, Imam Priadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang terus berulang tersebut.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi hanya kebiasaan buruk, melainkan sudah masuk kategori pelanggaran yang merugikan banyak pihak.

“Ini sudah keterlaluan. Bukan hanya soal kebersihan, tapi juga menyangkut kenyamanan dan kesehatan warga. Kami berharap siapa pun yang melintas memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, langkah pembersihan yang selama ini dilakukan pemerintah desa, termasuk membakar sampah, belum mampu menjadi solusi jangka panjang.

Tanpa penegakan aturan yang tegas, perilaku serupa dipastikan akan terus terulang.

“Kalau hanya dibersihkan tanpa ada tindakan, masalah ini tidak akan selesai. Harus ada sanksi atau langkah tegas agar ada efek jera,” tambahnya.

Kades Imam Priadi juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro bersama instansi terkait untuk segera turun tangan secara langsung.

Dia berharap ada pendekatan yang lebih konkret, tidak hanya sebatas himbauan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

“Kami butuh kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan solusi yang jelas dan penindakan yang nyata. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dan konsistensi penegakan aturan.

Tanpa langkah tegas, bukan tidak mungkin kawasan tersebut akan terus menjadi titik pembuangan sampah liar yang merugikan warga. (er)