Daerah

Program Anti Kemiskinan Bojonegoro Makin Nendang: Domba Dibagikan Lagi

masbam990
7058
×

Program Anti Kemiskinan Bojonegoro Makin Nendang: Domba Dibagikan Lagi

Sebarkan artikel ini
03awZpRa3ux64Fxw copy 1280x853

BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mempercepat penurunan kemiskinan kembali diwujudkan melalui penyaluran Program Domba Kesejahteraan 2025.

Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), ratusan warga kembali menerima paket ternak produktif yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Domba di Kecamatan Padangan, Selasa (18/11/2025).

Sebanyak 93 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kecamatan Padangan dan Ngraho hadir mengikuti bimbingan teknis sebelum menerima bantuan.

Setiap KPM membawa pulang satu paket lengkap berisi dua ekor domba (jantan dan betina) serta 100 kilogram pakan konsentrat, yang diserahkan langsung oleh jajaran Disnakkan Bojonegoro.

Kepala Disnakkan Bojonegoro, Catur Rahayu, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis Pemkab dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini menunjukkan hasil menggembirakan.

Tingkat kelahiran domba di program ini mencapai 86 persen. Tahun 2023 kita mulai dengan 160 KPM, lalu meningkat drastis menjadi 1.160 KPM di 2024, dan tahun ini bertambah menjadi 1.200 KPM,” ungkapnya.

Ia menambahkan, distribusi program mencakup 419 desa dengan jumlah penerima berbeda pada tiap desa, 2 hingga 5 KPM, disesuaikan dengan angka kemiskinan desa maupun kecamatan.

Ia memastikan tidak ada penerima ganda karena turut disalurkan program lain seperti GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) dan Lele Kolega.

Pada penyaluran kali ini, 43 KPM dari Padangan dan 50 KPM dari Ngraho resmi menerima bantuan domba. Catur berharap penerima dapat merawat ternak hingga berkembang biak dan menjadi penopang kesejahteraan keluarga.

“Tiga program utama, Domba Kesejahteraan, Gayatri, dan Kolega kita dorong agar terus memberi dampak nyata dalam menurunkan kemiskinan di Bojonegoro,” tegasnya.

Kegembiraan tampak dari para penerima manfaat. Rupi’ah, warga Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho, merasa bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program ini.

“Kalau beli sendiri mahal, jadi alhamdulillah dapat bantuan ini. Bisa dirawat, beranak, lalu dijual kalau sudah besar. Terima kasih Pemkab Bojonegoro,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Heru Wanto dari Desa Tebon, Kecamatan Padangan. Ia mengaku program ini memberi peluang besar bagi warganya untuk bangkit secara ekonomi.

“Kami sangat senang. Harapannya program seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” tuturnya. (Er)