Daerah

Dari Sawah Jadi Wisata Ekonomi Bojonegoro, Pasar Minggonan Desa Dengok Hidupkan UMKM Lokal

aksesadim01
5950
×

Dari Sawah Jadi Wisata Ekonomi Bojonegoro, Pasar Minggonan Desa Dengok Hidupkan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
E2f420ad ccf6 4485 af3a 2adb96e6314d

BOJONEGORO – Suasana Minggu pagi (26/10/2025) di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro terasa berbeda. Hamparan sawah yang hijau kini menjadi latar semarak kegiatan ekonomi baru yaitu Pasar Minggonan Desa Dengok, sebuah pasar mingguan yang digagas untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan.

Peresmian pasar ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, ditandai dengan pemotongan pita bersama jajaran Forkopimcam Padangan, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro.

Pj Kepala Desa Dengok, Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, terutama kepada Karang Taruna Dusun Kidul Mitra Wira Bhakti dan Ketua RW Tondi sebagai penggagas utama kegiatan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan perekonomian dan mendukung pengembangan UMKM di Desa Dengok. Semoga diberikan kelancaran dan barokah untuk ke depannya,” ujar Mustofa.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Nurul Azizah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Dengok atas inisiatif menghadirkan Pasar Minggonan yang tidak hanya menjadi ruang jual beli, tetapi juga wahana rekreasi rakyat dengan nuansa pedesaan yang asri.

“Inisiatif seperti ini harus terus dikembangkan. Pasar Minggonan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah,” ujarnya.

Nurul juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari semangat Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-348 serta HUT Provinsi Jawa Timur ke-80.

Lebih lanjut, ia memaparkan arah kebijakan Pemkab Bojonegoro tahun 2025 yang menitikberatkan pada lima prioritas utama yaitu, Mengurangi angka kemiskinan, Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Mengurangi angka pengangguran, dan Menjaga konektivitas serta keberlanjutan pembangunan.

Wabup menambahkan, tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga fokus memperkuat konektivitas di lima kecamatan strategis, yakni Kedungadem, Kanor, Padangan, Temayang, dan Sekar.

Padangan, kata Nurul, menjadi salah satu kecamatan prioritas karena memiliki rumah sakit, pasar besar, potensi wisata religi Makam Mbah Kuncoro, serta situs budaya di sekitar Polsek Padangan.

Selain itu, pengembangan infrastruktur seperti Jalur Lingkar Selatan (JLS) akan semakin membuka akses ke wilayah Padangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Ke depan, kami ingin menjadikan Padangan sebagai ikon baru Bojonegoro,” tegas Wabup.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan senam pagi bersama ibu-ibu pengurus RW, kemudian dilaksanakan pemotongan pita tanda dibukanya Pasar Minggonan.

Sebanyak 20 lapak UMKM lokal ikut berpartisipasi menjajakan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional, hasil pertanian, hingga kerajinan tangan.

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan kebangkitan ekonomi desa yang tumbuh dari masyarakat sendiri.

Pasar Minggonan Desa Dengok kini resmi menjadi destinasi baru di Kecamatan Padangan, tempat masyarakat tidak hanya berbelanja, tapi juga bersilaturahmi, berolahraga, dan menikmati suasana pedesaan Bojonegoro yang menyejukkan. (Pro/yen)