Daerah

Ikan untuk Generasi Cerdas, Bojonegoro Bidik Anak-anak Sejak SD

aksesadim01
1
×

Ikan untuk Generasi Cerdas, Bojonegoro Bidik Anak-anak Sejak SD

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 WA0022

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggenjot konsumsi ikan masyarakat.

Salah satu caranya dilakukan sejak bangku sekolah melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kali ini, program tersebut menyasar 147 siswa SD Negeri Sukowati, Jumat (11/9/2026).

Tak hanya membagikan makanan, para siswa juga mendapat edukasi mengenai manfaat ikan dan berbagai cara mengolahnya agar lebih menarik untuk dikonsumsi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu, jajaran pemerintah desa, guru, serta para siswa SDN Sukowati.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu mengatakan, Gemarikan merupakan gerakan yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat nasional hingga daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan.

Menurutnya, ikan memiliki kandungan protein, vitamin, serta asam lemak tak jenuh seperti omega-3 yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak.

Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan dinilai perlu dibangun sejak usia sekolah.

“Konsumsi ikan tidak hanya soal makanan, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Pada 2026, program Gemarikan di Bojonegoro dilaksanakan di lima kecamatan dan lima desa.

Sebanyak 1.200 paket olahan ikan disiapkan dengan sasaran masyarakat di wilayah yang memiliki persoalan kurang gizi, stunting, ibu hamil, serta anak-anak sekolah dasar.

Khusus di SDN Sukowati, sebanyak 147 siswa mendapatkan paket olahan ikan dengan beragam jenis produk.

Menariknya, ikan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk ikan segar. Berbagai produk olahan disiapkan agar lebih mudah diterima dan disukai anak-anak.

Paket tersebut antara lain berisi abon lele, water crispy, keripik belut, bakso ikan, otak-otak bandeng, lele asap dan lele marinasi.

Melalui variasi olahan tersebut, siswa dikenalkan bahwa ikan bisa disajikan menjadi beragam makanan yang praktis, menarik, dan sesuai dengan selera anak-anak.

Ketua Forikan Bojonegoro Cantika Wahono turut mengajak para siswa membiasakan diri makan ikan.

Ia juga mendorong anak-anak mengenal berbagai jenis olahan ikan agar tidak bosan mengonsumsinya.

Menurutnya, ikan dapat diolah menjadi menu yang menarik sehingga anak-anak memiliki lebih banyak pilihan makanan berbahan ikan.

Lebih jauh, program Gemarikan diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah.

Para siswa justru didorong menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga.

Pengetahuan yang didapatkan di sekolah diharapkan dibawa pulang dan diterapkan bersama orang tua.

Dengan begitu, kebiasaan makan ikan tidak hanya dilakukan oleh anak, tetapi bisa berkembang menjadi kebiasaan seluruh keluarga.

Langkah tersebut menjadi penting karena tingkat konsumsi ikan masyarakat Bojonegoro masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur maupun nasional.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, konsumsi ikan masyarakat Bojonegoro tercatat 18,9 kilogram per kapita per tahun.

Angka tersebut masih berada di bawah konsumsi ikan tingkat provinsi yang mencapai 22,15 kilogram per kapita per tahun, serta angka nasional sebesar 26 kilogram per kapita per tahun.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemkab Bojonegoro untuk terus meningkatkan kegemaran masyarakat mengonsumsi ikan.

Melalui Gemarikan, edukasi dilakukan sejak usia dini agar ikan semakin akrab dengan menu sehari-hari masyarakat.

Pemkab Bojonegoro berharap gerakan tersebut mampu membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat, kuat dan cerdas.

Dari sekolah, kebiasaan makan ikan diharapkan merambat ke rumah.

Dari anak-anak, pesan pentingnya konsumsi ikan diharapkan semakin luas di tengah keluarga dan masyarakat Bojonegoro. (Pro/er)