Daerah

PKK Bojonegoro Mulai Bidik Rumah Tangga: GAYATRI Mandiri Jadi Andalan

aksesadim01
6
×

PKK Bojonegoro Mulai Bidik Rumah Tangga: GAYATRI Mandiri Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 WA0009

BOJONEGORO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pelaksanaan program hingga ke tingkat desa.

Kali ini, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, menjadi lokasi kunjungan dan pembinaan tematik pada Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pembinaan.

TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan risiko tinggi (risti), balita dengan gizi kurang, lansia sebatang kara, hingga kelompok remaja.

Rombongan TP PKK juga melihat langsung berbagai kegiatan masyarakat di Desa Clebung.

Di antaranya Posyandu dengan layanan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengembangan Gerakan Ayam Telur Mandiri (GAYATRI), serta menyambangi lansia sebatang kara.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono mengatakan, pembinaan tematik tersebut membawa sejumlah isu yang dinilai penting untuk terus diperkuat di tingkat keluarga dan desa.

Tiga perhatian utama yang disorot yakni pengembangan GAYATRI, pencegahan stunting, serta penguatan kawasan bebas rokok.

“Juga bagaimana kita mengaitkan Rakernas dengan program kita sampai ke desa-desa,” kata Cantika.

Menurutnya, GAYATRI tidak boleh berhenti sebagai program kelompok masyarakat.

Program tersebut diharapkan bisa berkembang menjadi gerakan mandiri di masing-masing keluarga.

Dengan memiliki ayam petelur di rumah, keluarga diharapkan bisa memperoleh sumber protein secara lebih mudah sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

“Harapan saya di setiap rumah punya GAYATRI mandiri untuk memenuhi kebutuhan protein di rumah,” jelasnya.

Selain ketahanan pangan keluarga, Cantika menegaskan bahwa pencegahan stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani bersama.

Menurut dia, pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan, pemeriksaan ibu hamil secara rutin, keaktifan membawa anak ke Posyandu, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemahaman orang tua mengenai gizi dan sanitasi menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

“Stunting masih menjadi PR kita bersama. Ibu hamil diperiksa secara rutin, anak-anak datang ke posyandu dan mendapatkan gizi yang cukup. Orang tua juga harus memahami gizi anak dan sanitasi yang baik,” tuturnya.

Di sisi lain, PKK juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak asap rokok di lingkungan keluarga.

Cantika mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran bahwa bahaya rokok bukan hanya mengancam orang yang merokok, tetapi juga anggota keluarga yang ikut terpapar asap rokok.

Cantika menjelaskan, hasil Rakernas PKK 2026 turut menjadi salah satu pijakan dalam pelaksanaan program di daerah.

Karena itu, program yang dijalankan mulai tingkat kabupaten hingga desa diupayakan tetap sejalan dengan hasil Rakernas.

Pelaksanaannya juga didorong berbasis data dan memanfaatkan teknologi.

“Semua kegiatan PKK harus berdasarkan data dan berbasis teknologi,” imbuhnya.

Untuk 2026, TP PKK Kabupaten Bojonegoro fokus mendorong pengembangan GAYATRI sebagai salah satu program unggulan.

Sementara memasuki 2027, perhatian PKK akan diarahkan pada persoalan anak tidak sekolah yang masih menjadi tantangan di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pokja 4 Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Fidrotin Azizah Hernowo, memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun lingkungan keluarga yang sehat dan terbebas dari paparan asap rokok.

Ia mengatakan, anggota keluarga yang masih merokok sebaiknya tidak melakukan aktivitas tersebut di tengah anggota keluarga lainnya.

“Kita yang tidak ikut menikmati rokok juga harus mendapatkan hak untuk menghirup udara yang nyaman,” ujarnya.

Fidrotin menambahkan, Kabupaten Bojonegoro saat ini juga tengah mengikuti penilaian Kabupaten Sehat.

Karena itu, kesadaran masyarakat mengenai lingkungan sehat perlu terus ditingkatkan.

Dia turut mengingatkan bahwa rokok maupun vape sama-sama memiliki risiko bagi kesehatan.

“Rokok dan vape itu bahayanya sama. Kita yang tidak ikut menikmati rokok harus dapat menghirup udara yang nyaman,” pungkasnya. (Er)