Daerah

18 Ribu Liter Air Dikirim ke Sawah Lamongan, Ini Sasarannya

aksesadim01
1
×

18 Ribu Liter Air Dikirim ke Sawah Lamongan, Ini Sasarannya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260912 WA0007

LAMONGAN – Musim kemarau mulai memberi tekanan serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Lamongan.

Keterbatasan sumber air membuat sejumlah lahan persawahan membutuhkan pasokan tambahan agar tanaman padi tetap dapat bertahan.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan para petani di Dusun Lebak, Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio.

Untuk membantu mengatasi persoalan itu, sebanyak 18.000 liter air disalurkan ke lahan pertanian warga, Sabtu (12/9/2026).

Proses distribusi air mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Koramil Sugio, Koptu Ainul.

Kehadiran aparat kewilayahan tersebut untuk memastikan bantuan air dapat diterima dan dimanfaatkan bagi lahan yang memang membutuhkan.

Pasokan air tersebut merupakan bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama dinas terkait di tingkat daerah.

Penyaluran di lapangan turut dipantau perwakilan BBWS Bengawan Solo, Ashari, perwakilan Dinas PU SDA Satrio, Kepala Dusun Lebak Karsan, serta Babinsa Desa Lebakadi Koptu Ainul.

Air diangkut menggunakan armada tangki dan disalurkan secara bertahap.

Pada tahap pertama, pasokan difokuskan untuk membantu pengairan persawahan seluas sekitar satu hektare yang membutuhkan air dalam waktu segera.

Setelah itu, distribusi dilanjutkan untuk membantu lahan pertanian seluas kurang lebih satu hektare lainnya.

Bagi petani, tambahan pasokan air tersebut menjadi kabar baik di tengah kondisi persawahan yang mulai menghadapi keterbatasan air.

Meski bersifat sementara, bantuan itu diharapkan dapat menjaga tanaman padi agar tidak semakin terdampak kekeringan.

Koptu Ainul mengatakan, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tanaman padi, terutama ketika musim kemarau membuat sumber pengairan semakin terbatas.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas dan kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya para petani. Kami berupaya memastikan bantuan air dari BBWS Bengawan Solo tersalurkan tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk lahan yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan kekeringan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

Dibutuhkan koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, instansi teknis, serta pihak-pihak terkait agar bantuan dapat bergerak cepat menuju wilayah yang membutuhkan.

Pendampingan Babinsa juga menjadi bagian dari upaya mendukung petani sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah binaan.

Sementara itu, pemerintah desa bersama masyarakat menyambut positif bantuan tersebut.

Respon BBWS Bengawan Solo, Dinas PU SDA, dan Babinsa dinilai membantu petani menghadapi keterbatasan air yang terjadi selama musim kemarau.

Dengan tambahan pasokan tersebut, petani Desa Lebakadi diharapkan memiliki ruang untuk mempertahankan kondisi tanaman sekaligus menekan potensi kerugian akibat kekeringan.

Bantuan air ini menjadi solusi sementara, namun sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lahan pertanian tetap produktif ketika musim kemarau mulai menekan ketersediaan air. (fs)