BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, TMMD juga menyentuh sektor peternakan melalui pelayanan kesehatan hewan terpadu yang disambut antusias para peternak.
Kegiatan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (YANDUWAN) yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro berlangsung di Dusun Kesongo, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kamis (6/8/2026).
Antusiasme warga terlihat dari jumlah ternak yang diperiksa, dari target awal sebanyak 100 ekor, realisasinya melonjak hingga 278 ekor yang terdiri atas sapi, kambing dan domba.
Berbagai layanan diberikan secara menyeluruh, mulai dari pemberian vitamin bagi sapi betina pra inseminasi, pasca inseminasi, hingga bunting, pemberian vitamin dan obat cacing untuk pedet dan sapi jantan, pengobatan ternak yang sakit, penanganan serangan parasit, edukasi tentang pakan, kandang, reproduksi, pencatatan ternak, hingga penyemprotan kandang menggunakan desinfektan.
Langkah tersebut menjadi upaya preventif untuk menjaga kesehatan ternak di tengah cuaca yang tidak menentu, sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan rakyat.
Medik Veteriner Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Aris Eko Prasetyo, mengatakan pelayanan kesehatan hewan sengaja dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko penyakit akibat perubahan cuaca yang ekstrem.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan ternak masyarakat tetap sehat. Perubahan cuaca yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan maupun produktivitas ternak, sehingga pelayanan langsung seperti ini sangat diperlukan,” ujarnya.
Menurut Aris, di Dusun Kesongo terdapat sekitar 118 ekor sapi yang menjadi sasaran utama pemeriksaan.
Namun pelayanan juga diperluas kepada ternak kambing dan domba milik warga agar seluruh peternak mendapatkan manfaat yang sama.
Ia menegaskan pendampingan dari Disnakkan tidak berhenti setelah kegiatan TMMD selesai.
Petugas kesehatan hewan akan tetap siap memberikan pelayanan apabila masyarakat menemukan gejala penyakit pada ternaknya.
“Kami berharap masyarakat segera melapor apabila ternaknya menunjukkan tanda-tanda sakit. Semakin cepat ditangani, peluang ternak untuk pulih juga semakin besar,” katanya.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan hewan merupakan bagian dari sasaran non fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui upaya menjaga sumber penghidupan masyarakat, termasuk sektor peternakan.
“TMMD hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu masyarakat melalui berbagai pelayanan. Kami berharap para peternak semakin peduli terhadap kesehatan ternaknya sehingga produktivitas meningkat dan berdampak pada kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Kolaborasi Satgas TMMD dan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro ini diharapkan mampu memperkuat sektor peternakan di Desa Kesongo.
Dengan ternak yang sehat, produktivitas meningkat, pendapatan peternak pun diharapkan ikut bertambah sehingga manfaat TMMD benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (er)






