TNI/POLRI

TMMD ke-129 Bojonegoro Perkuat SDM Desa Kesongo Melalui Program Literasi dan Perpustakaan

aksesadim01
6502
×

TMMD ke-129 Bojonegoro Perkuat SDM Desa Kesongo Melalui Program Literasi dan Perpustakaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260805 WA0009

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur.

Melalui kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, TMMD juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia lewat peningkatan budaya literasi masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Kesongo, Selasa (4/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung hangat dan diikuti sekitar 40 peserta.

Mereka terdiri dari kader PKK, perangkat desa, mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro), Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), serta masyarakat setempat.

Hadir pula perwakilan TNI, Polri, Pemerintah Desa Kesongo, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan dan Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ida Tri Wulandari, S.H., M.E., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Menurutnya, budaya membaca harus terus ditanamkan sejak dini karena membaca merupakan pintu utama untuk memperluas wawasan, memahami sejarah, hingga mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

“Hari ini kami menghadirkan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD), program Pinjam Antar atau PINTAR, serta bimbingan literasi. Tujuan kami adalah mendorong masyarakat agar semakin memanfaatkan perpustakaan desa sebagai pusat pengembangan literasi keluarga maupun literasi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perpustakaan desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat yang mendukung pendidikan, kreativitas dan pemberdayaan warga.

Dalam program PINTAR, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur juga menyediakan layanan peminjaman sekitar 150 buku yang diperbarui secara berkala setiap enam bulan.

Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro turut mendukung kegiatan melalui layanan mobil perpustakaan keliling.

Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran program literasi menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan TMMD ke-129 di desanya.

“Kami mewakili Pemerintah Desa Kesongo mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perpustakaan Kabupaten Bojonegoro, serta Satgas TMMD yang telah menghadirkan program Pinjam Antar dan bimbingan literasi di desa kami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Komandan SST-1 Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program nonfisik, termasuk penguatan budaya literasi.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, salah satunya diungkapkan Rowin, kader PKK Desa Kesongo, yang mengaku telah membiasakan anaknya gemar membaca dan mendengarkan cerita sejak kecil.

“Anak-anak sekarang tidak hanya bisa belajar dari buku, tetapi juga dari cerita-cerita edukatif seperti kisah para nabi yang dapat diakses melalui media digital. Yang terpenting adalah menumbuhkan kebiasaan belajar dan menambah pengetahuan mereka sejak dini,” tuturnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Devi, yang mengaku memiliki kegemaran membaca novel maupun buku pengetahuan umum.

“Novel menjadi hiburan sekaligus menambah wawasan. Sementara buku pengetahuan umum membantu saya memahami dunia luar, mendukung pendidikan dan memperluas pengalaman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, TMMD ke-129 di Desa Kesongo membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga melalui pembangunan budaya membaca yang menjadi bekal penting bagi kemajuan masyarakat di masa depan. (er)