Daerah

Jargas Menganti Gresik Rampung, Pemerintah Kejar Tarif Terjangkau untuk Warga

aksesadim01
×

Jargas Menganti Gresik Rampung, Pemerintah Kejar Tarif Terjangkau untuk Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260918 WA0015

GRESIK – Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di wilayah tersebut telah mencapai 100 persen.

Sebanyak 7.363 Sambungan Rumah (SR) kini telah terbangun dan siap digunakan.

Jaringan tersebut tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu dan Sidojangkung.

Meski konstruksi telah tuntas, masyarakat masih harus menunggu tahapan pengoperasian sebelum gas alam benar-benar mengalir ke rumah-rumah pelanggan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program Jargas gratis tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Gresik karena kebutuhan energi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, cukup tinggi.

Saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau kesiapan Jargas di Desa Domas, Jumat (18/9/2026), Bupati Yani menyebut penggunaan gas bumi diharapkan dapat membantu menekan pengeluaran masyarakat.

“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Yani.

Menurutnya, kebutuhan energi di Menganti bukan hanya berasal dari rumah tangga.

Sejumlah aktivitas usaha masyarakat juga membutuhkan pasokan gas untuk menunjang proses produksi.

Ia mencontohkan usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.

“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” katanya.

Karena itu, Pemkab Gresik berharap Jargas segera memasuki tahap operasional dengan tarif yang tetap terjangkau.

Sosialisasi mengenai penggunaan dan tarif juga dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas.

Pemkab bahkan membuka peluang memperluas jaringan Jargas ke wilayah lain di Gresik.

“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujar Yani.

Pemkab Gresik, lanjutnya, telah memberikan dukungan sejak proses pembangunan.

Dukungan tersebut antara lain berupa fasilitasi perizinan karena jalur Jargas melintasi jalan kabupaten, penyediaan dukungan sarana dan prasarana, hingga sosialisasi bersama pemerintah desa.

“Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tuturnya.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, peninjauan Jargas di Menganti merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Secara nasional, pembangunan Jargas periode 2025–2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota.

Dari target tersebut, Gresik memperoleh pembangunan sebanyak 7.363 SR pada tahap ini.

Dudung menyebut sejumlah persyaratan menuju pengoperasian jaringan telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis.

Namun, masih terdapat sejumlah tahapan yang perlu dipercepat, seperti penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, hingga penetapan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono turut mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik selama pembangunan.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, terutama dalam hal perizinan dan pendekatan sosial kepada masyarakat, menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan jaringan.

Gresik juga dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan jaringan gas lebih luas karena merupakan salah satu wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan Jargas.

“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” kata Agung.

Sebelum proyek di Menganti, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas.

Bahkan, Pemkab Gresik pada Januari 2026 telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Artinya, jaringan yang saat ini rampung 7.363 SR masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas pada tahap berikutnya.

Bagi masyarakat, Jargas diharapkan mampu memberikan akses energi yang lebih praktis sekaligus membantu mengendalikan biaya kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Desa Domas menyambut kehadiran Jargas dengan harapan tarif yang diberlakukan nantinya tetap terjangkau.

“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya.

Dengan pembangunan fisik yang telah mencapai 100 persen, perhatian kini bergeser pada satu tahap yang paling dinantikan warga, yakni kapan gas mulai benar-benar mengalir dan melayani 7.363 sambungan rumah di Menganti. (fs)