BOJONEGORO – Gerabah Rendeng selama ini menjadi salah satu produk kerajinan khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.
Agar semakin berkembang dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) gerabah kini mendapat bekal keterampilan dan inovasi dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Pelaku IKM Gerabah yang digelar di Wisata Edukatif Gerabah (WEG), Desa Rendeng, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi, Camat Malo Agus Saiful Aris, Kepala Desa Rendeng, perwakilan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, serta tamu undangan dari DPRD Bojonegoro.
Puluhan pelaku IKM gerabah juga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Bukan hanya teori, bimtek ini menghadirkan narasumber dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yakni Aries Budi Marwanto dan Cerly Sudarta Martsidaun.
Materi juga dilengkapi praktik yang berkaitan langsung dengan pengembangan produk gerabah.
Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas sekaligus mendorong kemandirian para pelaku IKM gerabah.
Menurutnya, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah memadukan estetika seni keramik dengan seni membatik pada gerabah.
Perpaduan tersebut diharapkan melahirkan kreasi motif dan tampilan produk yang lebih segar tanpa menghilangkan karakter khas gerabah Rendeng.
“Harapan kami, dengan adanya Bimtek ini, sinergi dan kolaborasi seni membatik gerabah tidak lepas dari estetika praktik dan hasil seni keramik,” ungkap Mahmudi.
Dalam sesi materi dan praktik, Aries Budi Marwanto memberikan pembelajaran mengenai seni keramik.
Sementara Cerly Sudarta Martsidaun membahas aspek estetika dalam menghasilkan karya keramik.
Pembelajaran mengenai teknik membatik gerabah turut diberikan oleh Hanzi Kusuma dan Assegaff Hadidz Lukman yang menjadi penanggung jawab proses pembatikan.
Sedangkan materi manajemen bisnis bagi pelaku IKM disampaikan Agitya Kristantoko.
Kolaborasi berbagai materi tersebut diarahkan agar pelaku IKM tidak hanya terampil membuat produk, tetapi juga mampu melihat peluang pengembangan usaha.
Inovasi desain, kualitas karya, hingga pengelolaan bisnis menjadi bagian penting agar produk gerabah semakin kompetitif.
Pemkab Bojonegoro berharap penguatan kapasitas ini dapat menjaga eksistensi gerabah Rendeng sebagai produk kerajinan lokal sekaligus membuka peluang peningkatan daya tarik dan nilai jualnya.
Dengan keterampilan yang semakin berkembang, gerabah Rendeng diharapkan tidak berhenti sebagai produk tradisional, tetapi mampu tampil lebih inovatif dan menjangkau pasar yang lebih luas. (er)






