BONE BOLANGO – Pesisir Kabupaten Bone Bolango menjadi ruang bertemunya dua semangat pengabdian sekaligus.
Bukan hanya menjaga kebersihan laut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian berbasis digital kepada masyarakat.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan bertema “Aku Cinta Laut” bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) di kawasan pesisir Bone Bolango, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-81 TNI AL.
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir, kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Imigrasi Gorontalo dan TNI AL dalam mendukung pelaksanaan tugas negara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo Josua Pahala Martua hadir langsung bersama jajaran personel Seksi Lalu Lintas Keimigrasian serta Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian.
Turut hadir Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Ridwan,
jajaran Imigrasi Gorontalo bersama TNI AL dan unsur terkait turun langsung dalam kegiatan kepedulian terhadap kawasan pesisir.
Aksi tersebut menjadi pesan bahwa pengabdian aparat kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas kedinasan, tetapi juga lewat kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo Josua Pahala Martua mengatakan, sinergi antara Imigrasi Gorontalo dan TNI AL selama ini telah terjalin dengan baik.
Menurutnya, kerja sama lintas lembaga menjadi penting, terutama dalam mendukung tugas negara sekaligus menjaga keberlanjutan wilayah pesisir dan perairan Gorontalo.
“Sangatlah penting pemerintah hadir untuk kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan seperti saat ini. Sejalan dengan semangat Imigrasi Untuk Rakyat yang digelorakan di hati kami petugas Imigrasi atas inisiasi Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, maka Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo akan terus membuka diri untuk kolaborasi yang erat dalam memberikan kegiatan yang berdampak bagi rakyat,” ujar Josua.
Ia menegaskan, menjaga kepentingan negara tidak sebatas berbicara mengenai pengawasan wilayah.
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting karena kelestarian wilayah pesisir berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Ada hal lain yang membuat kegiatan di Bone Bolango tersebut semakin menarik.
Di tengah aksi kepedulian terhadap laut, Imigrasi Gorontalo sekaligus membawa informasi mengenai pelayanan keimigrasian yang kini semakin dekat dengan teknologi.
Josua bersama Kepala Subseksi Pelayanan Dokumen Perjalanan Victor Alfa Santo Tahulending memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan keimigrasian berbasis digital yang terus dikembangkan pada 2026.
Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah M-Paspor, aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam mengajukan permohonan Paspor Republik Indonesia secara digital.
Melalui M-Paspor, pemohon dapat melakukan proses awal permohonan paspor sekaligus memilih jadwal kedatangan ke kantor imigrasi sesuai ketersediaan.
Sistem tersebut membuat masyarakat tidak perlu lagi datang sejak pagi hanya untuk berebut antrean.
Jadwal kedatangan sudah dapat ditentukan melalui aplikasi sehingga proses pelayanan menjadi lebih teratur.
Masyarakat cukup menggunakan telepon pintar untuk mengakses aplikasi M-Paspor, kemudian mengikuti tahapan permohonan dan menentukan waktu kedatangan yang tersedia.
Transformasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan memberikan kepastian waktu bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen perjalanan.
Edukasi yang diberikan di Bone Bolango pun mendapat respons positif.
Bagi sebagian masyarakat, pemanfaatan teknologi dalam pengurusan paspor memberikan alternatif baru yang lebih praktis dibandingkan pola pelayanan konvensional.
Bagi Imigrasi Gorontalo, digitalisasi bukan hanya soal mengubah sistem pelayanan.
Lebih jauh, teknologi menjadi sarana untuk membuat layanan publik semakin mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan “Aku Cinta Laut” di Bone Bolango akhirnya tidak berhenti sebagai agenda memperingati Hari Lahir ke-81 TNI AL.
Di kawasan pesisir tersebut, Imigrasi Gorontalo dan TNI AL menunjukkan bahwa sinergi dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Menjaga lingkungan berjalan beriringan dengan memperkuat pelayanan publik.
Kolaborasi itu juga memperlihatkan wajah pelayanan pemerintah yang semakin luas.
Aparat hadir untuk menjaga lingkungan sekaligus membawa informasi yang dapat membantu masyarakat mengakses layanan secara lebih mudah.
Melalui aksi kepedulian terhadap pesisir dan pengenalan layanan digital M-Paspor, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Dari Bone Bolango, pesan yang dibawa cukup jelas, yakni menjaga lingkungan, memperkuat sinergi dan mendekatkan pelayanan kepada rakyat bisa berjalan dalam satu langkah pengabdian. (pd)






