LAMONGAN — Perjalanan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Lamongan menyambangi sejumlah desa mulai membuahkan pijakan baru.
Setelah rangkaian agenda Sambang Desa berjalan, organisasi wartawan tersebut kini mulai mengevaluasi kegiatan sekaligus mematangkan arah program kerja untuk 2027.
Sambang Desa yang dilakukan PJI Lamongan bukan hanya agenda silaturahmi.
Pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah desa menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk melihat langsung kondisi di lapangan, membangun komunikasi, serta menyerap berbagai informasi dan aspirasi masyarakat.
Dari interaksi tersebut, PJI Lamongan mendapatkan sejumlah masukan yang menjadi bahan evaluasi organisasi.
Pengalaman di lapangan kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun program kerja yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan anggota maupun masyarakat.
Ketua PJI Lamongan, Ir. Handoyo, menegaskan bahwa kekompakan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, perbedaan pandangan di internal organisasi merupakan sesuatu yang wajar.
Namun, seluruh anggota harus tetap memiliki tujuan yang sama untuk menjaga dan mengembangkan PJI Lamongan.
“Organisasi akan semakin kuat apabila dibangun dengan kebersamaan. Perbedaan pemikiran adalah hal biasa, tetapi semangat untuk membesarkan organisasi harus tetap menjadi satu kesatuan,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Handoyo juga menyampaikan pesan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJI kepada jajaran di daerah agar terus menjaga soliditas dan profesionalitas.
Etika jurnalistik juga menjadi bagian penting yang harus dijunjung dalam setiap aktivitas insan pers.
Bagi PJI Lamongan, eksistensi organisasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui banyaknya kegiatan.
Lebih jauh, organisasi ingin mendorong anggotanya menghasilkan karya jurnalistik yang berimbang, faktual dan bertanggung jawab serta memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Pesan DPP jelas, kekompakan harus terus dijaga. Kita ingin PJI Lamongan menjadi rumah bersama bagi para jurnalis untuk bertumbuh, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Handoyo.
Memasuki persiapan program kerja 2027, PJI Lamongan mulai menginventarisasi sejumlah gagasan.
Penguatan kapasitas anggota, peningkatan profesionalisme jurnalistik, perluasan jejaring kemitraan hingga kegiatan sosial menjadi beberapa perhatian yang diproyeksikan dalam agenda organisasi.
Evaluasi kegiatan sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Setiap program yang telah dijalankan akan menjadi bahan pembelajaran agar kegiatan berikutnya lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih nyata.
Bagi PJI Lamongan, menuju 2027 bukan sekedar menyusun kalender kegiatan.
Ada target yang lebih besar, yakni membangun organisasi yang solid, adaptif, profesional, serta mampu mengikuti perkembangan dunia jurnalistik dan kebutuhan masyarakat.
Sambang Desa menjadi salah satu pintu untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Dari desa, para jurnalis PJI Lamongan berupaya mendengar lebih dekat suara masyarakat, memahami persoalan di lapangan, dan menjadikannya sebagai bahan untuk menentukan langkah organisasi ke depan.
Kini, pengalaman dari lapangan itu menjadi bekal PJI Lamongan untuk menatap 2027 dengan program yang lebih matang dan semangat kebersamaan yang semakin kuat. (fs)






