Nasional

Heboh Video Penyergapan Relawan Gaza Oleh Israel, Tiga Jurnalis RI Dikabarkan Menghilang

aksesadim01
6683
×

Heboh Video Penyergapan Relawan Gaza Oleh Israel, Tiga Jurnalis RI Dikabarkan Menghilang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260519 WA0036

JAKARTA – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video dugaan penyergapan kapal relawan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, oleh pasukan bersenjata yang diduga militer Israel.

Insiden itu menjadi sorotan publik setelah disebut ada tiga jurnalis asal Indonesia yang ikut dalam rombongan tersebut dan kini dilaporkan hilang kontak.

Video yang viral di Instagram melalui akun @lisiproenca pada Selasa, 19 Mei 2026, memperlihatkan sejumlah orang bersenjata lengkap dan bertopeng menaiki kapal relawan di tengah pelayaran internasional.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa para relawan sipil dari puluhan negara sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk Gaza.

“Para relawan sipil dari lebih dari 40 negara yang mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza telah dipaksa turun dari kapal oleh pasukan militer bersenjata di perairan internasional,” tulis unggahan itu.

Peristiwa tersebut kemudian memicu kekhawatiran setelah Pewarta Foto Indonesia (PFI) mengungkap adanya tiga jurnalis Indonesia yang berada di dalam rombongan kapal dan hingga kini belum dapat dihubungi.

Ketua PFI Pusat, Dwi Pambudi, menyebut ketiga jurnalis tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

PFI saat ini masih terus memantau perkembangan situasi dan berupaya mendapatkan kepastian mengenai kondisi ketiga jurnalis tersebut.

“Salah satu jurnalis yang ikut dalam rombongan itu merupakan anggota PFI dan pewarta foto Republika,” ujar Dwi dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menambahkan, komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan para jurnalis Indonesia tersebut.

Menurut Dwi, hilangnya kontak terjadi ketika rombongan relawan sedang menempuh pelayaran menggunakan armada laut Global Sumud Flotilla di kawasan perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat.

PFI juga mengajak masyarakat dan insan pers di Indonesia untuk turut mendoakan keselamatan para jurnalis yang sedang menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Kami berharap Thoudy Badai dan rekan-rekannya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” lanjutnya.

Sementara itu, Dewan Pers turut angkat bicara terkait insiden tersebut.

Lembaga itu meminta Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang diduga ditahan dalam insiden tersebut.

“Dewan Pers mengecam tindakan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat menuju Gaza,” demikian pernyataan resmi Dewan Pers.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab putusnya komunikasi dengan rombongan relawan maupun kondisi terkini ketiga jurnalis Indonesia tersebut.

Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik internasional di tengah memanasnya situasi kemanusiaan di Gaza. (dpw)