Daerah

Atap Alduro Dipakai Program Bedah Rumah Jogja, Lebih Sejuk dan Tahan Panas

aksesadim01
7394
×

Atap Alduro Dipakai Program Bedah Rumah Jogja, Lebih Sejuk dan Tahan Panas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260519 WA0041

YOGYAKARTA – Program bedah rumah yang kembali digelar Pemerintah Kota Yogyakarta tak hanya membantu warga mendapatkan hunian layak, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan yang menarik perhatian.

Dalam program tersebut, atap Alduro berbahan dasar limbah plastik daur ulang dipilih sebagai material utama renovasi rumah warga.

Program bedah rumah yang berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026 itu dipantau langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Bantuan renovasi diberikan kepada Dwi Wulandari di wilayah Pandeyan, Umbulharjo serta Emiliana Budi Winarti di kawasan Ngampilan.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman.

Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, langkah tersebut juga memperlihatkan kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas hunian warga.

“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Hasto Wardoyo.

Menariknya, proses renovasi rumah kali ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan material hasil daur ulang sampah plastik.

Atap yang digunakan berasal dari olahan berbagai limbah rumah tangga seperti botol plastik, kemasan minuman, hingga bungkus saset yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

Meski berbahan dasar sampah daur ulang, kualitas atap Alduro disebut telah melalui berbagai pengujian ketahanan.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun memastikan material tersebut aman digunakan untuk hunian masyarakat.

“Ini bukan barang murahan atau kualitas rendah. Justru sudah melalui proses pengujian dan kualitasnya bagus. Bahkan ada garansi sampai 10 tahun,” lanjut Hasto.

Produk Alduro sendiri diproduksi oleh PT Sirkular Karya Indonesia dan digunakan dalam program bedah rumah melalui kerja sama dengan PT JOS.

Perwakilan PT JOS, Prima Kurniawan, menjelaskan bahwa material atap berbahan limbah plastik itu telah lolos berbagai tahapan uji kualitas dan ketahanan sehingga masyarakat tidak perlu ragu menggunakannya.

Selain dikenal kuat dan tahan lama, atap Alduro juga memiliki sejumlah keunggulan lain.

Material tersebut diklaim mampu bertahan dalam cuaca ekstrem, tidak mudah retak maupun pecah, serta lebih efektif meredam panas.

Tak hanya itu, suara bising saat hujan juga dapat dikurangi sehingga suasana di dalam rumah terasa lebih nyaman dan tenang.

Efek pendinginan alami dari materialnya juga membuat suhu ruangan menjadi lebih sejuk dibanding atap konvensional.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romerli, pernah menjelaskan bahwa Alduro dibuat dari berbagai jenis sampah plastik saset yang kerap ditemukan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, produk tersebut lahir sebagai solusi atas persoalan sampah plastik yang terus meningkat dan berpotensi merusak lingkungan, terutama jika berakhir di sungai hingga laut.

Selain membantu mengurangi limbah plastik, penggunaan atap Alduro juga dinilai lebih ekonomis karena menawarkan harga yang relatif terjangkau dibanding sejumlah material atap lainnya.

Inovasi ini pun menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah dapat diubah menjadi produk bernilai guna tinggi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (dtw)