JAKARTA – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 kembali memanas di media sosial.
Setelah sebelumnya ramai soal protes peserta terkait dugaan penilaian juri yang dianggap tidak adil, kini publik kembali dibuat heboh dengan beredarnya dugaan status WhatsApp milik salah satu dewan juri, Indri Wahyuni.
Nama Indri Wahyuni sebelumnya menjadi sorotan usai video perdebatan dengan peserta dari SMAN 1 Pontianak viral di berbagai platform media sosial.
Saat itu, keputusan juri menuai kritik lantaran jawaban peserta dianggap salah karena alasan artikulasi, meski substansi jawabannya dinilai serupa dengan kelompok lain yang justru mendapat poin penuh.
Belum reda kontroversi tersebut, kini muncul dugaan status WhatsApp yang disebut milik Indri Wahyuni dan ramai dibahas warganet. Status itu dinilai bernada menantang sekaligus menyindir publik yang mengkritiknya.
Unggahan tersebut pertama kali ramai setelah dibagikan ulang akun X @ethadisaputra pada Rabu (13/5/2026).
Dalam isi status yang beredar, Indri diduga membela keputusan juri yang memenangkan SMAN 1 Sambas atas SMAN 1 Pontianak.
Ia juga menilai banyak pihak terlalu fokus membela satu sekolah dan mengabaikan kondisi peserta lainnya.
“Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang,” demikian kutipan yang beredar dalam status tersebut.
Tak hanya itu, bagian lain yang memicu reaksi keras publik adalah ketika status tersebut menyinggung soal LHKPN atau laporan harta kekayaan yang mulai dikaitkan oleh sebagian warganet.
Alih-alih memberikan klarifikasi, isi status itu justru dianggap semakin memancing emosi publik karena bernada sindiran terbuka.
“Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN aku yang tersebar makin bikin shock banyak orang,” tulis status yang diduga milik Indri.
Kalimat berikutnya bahkan dianggap semakin provokatif oleh sebagian pengguna media sosial.
“Ayo yang iri makin panas, ledekin aku, bikin aku jatuh,” lanjut isi unggahan tersebut.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Indri Wahyuni terkait keaslian maupun isi status WhatsApp yang terlanjur viral tersebut.
Sebelumnya, kontroversi LCC MPR RI 2026 bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan dewan juri yang menyatakan jawaban mereka salah karena dinilai tidak jelas dalam pelafalan.
Namun, ketika Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa, kelompok tersebut justru memperoleh poin penuh dari dewan juri.
Perbedaan penilaian itulah yang kemudian memicu protes keras di lokasi lomba hingga akhirnya viral di media sosial.
Akibat polemik tersebut, MPR RI akhirnya mengambil langkah dengan menonaktifkan seluruh dewan juri dan pembawa acara LCC Empat Pilar MPR RI 2026 wilayah Kalimantan Barat.
Dalam video yang sebelumnya viral, Indri Wahyuni sempat menegaskan bahwa artikulasi peserta menjadi bagian penting dalam penilaian lomba.
“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting,” ujar Indri saat perlombaan berlangsung pada Sabtu (9/5/2026).
“Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas,” tambahnya. (dpw)






