BOJONEGORO – Polres Bojonegoro memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Langkah tersebut dilakukan melalui apel kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana (sarpras) di halaman Mapolres Bojonegoro, Jumat (18/9/2026).
Apel dipimpin langsung Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty.
Tak berhenti pada apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan anggota maupun berbagai peralatan yang menjadi pendukung tugas kepolisian.
Didampingi jajaran pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty memeriksa kondisi personel, mulai dari sikap tampang, kelengkapan pribadi, hingga kesiapan perlengkapan yang digunakan saat bertugas.
Pemeriksaan kemudian berlanjut pada sejumlah sarpras kepolisian.
Beberapa di antaranya peralatan Dalmas, persenjataan, alat komunikasi, serta kendaraan bermotor dinas.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pendukung operasional kepolisian benar-benar berada dalam kondisi siap digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty menjelaskan, apel kesiapsiagaan dan pemeriksaan sarpras merupakan kegiatan berkala.
Tujuannya untuk mengetahui secara langsung kesiapan personel sekaligus memastikan kelayakan peralatan yang digunakan dalam menjalankan tugas.
“Apel gelar pasukan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk melakukan pengecekan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana sekaligus memperkuat soliditas internal,” ujar AKBP Yenni Diarty.
Menurutnya, kesiapan anggota dan sarpras menjadi bagian penting dalam mendukung respon kepolisian terhadap berbagai situasi di lapangan.
Dengan kondisi personel yang siap serta peralatan yang layak digunakan, kepolisian diharapkan dapat memberikan pelayanan dan respon secara cepat ketika muncul potensi gangguan keamanan.
Di sisi lain, Kapolres juga mengajak masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga situasi kamtibmas.
Warga diminta tidak ragu melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan indikasi atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Kita jadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai wilayah yang aman, nyaman, tertib dan kondusif sehingga seluruh aktivitas masyarakat, pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (er)






