LAMONGAN — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan terus didorong agar tak hanya berdiri sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi mampu menjadi penggerak distribusi pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan Kodim 0812/Lamongan bersama PT Agrinas Pangan Nusantara melalui Training of Trainer (TOT) KDKMP yang digelar di Gedung KDKMP Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Lamongan, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan sumber daya manusia sekaligus membangun tata kelola koperasi yang lebih profesional, sehingga KDKMP dapat berkembang sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
TOT dibuka langsung oleh Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Ia didampingi Direktur Sales, Marketing dan Distribusi PT Agrinas Pangan Nusantara Paulo Simois bersama jajaran manajemen.
Sebanyak 108 peserta ambil bagian dalam pelatihan tersebut.
Peserta berasal dari berbagai unsur kewilayahan, mulai Danramil atau pejabat yang ditunjuk sebagai PJ Danramil, camat, perwakilan kepala desa/lurah, hingga ketua koperasi dari setiap wilayah kecamatan.
Dalam arahannya, Dandim 0812/Lamongan menekankan bahwa membangun ketahanan pangan tidak berhenti pada persoalan produksi dan pembangunan sarana fisik.
“Faktor manusia serta kemampuan mengelola kelembagaan ekonomi juga menjadi kunci agar program dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
TNI, kata dia, berkomitmen mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta pengurus koperasi di tingkat desa menjadi bagian penting dalam menguatkan KDKMP. Melalui TOT ini, para peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan pendampingan dan mentransfer pengetahuan kepada para pengelola koperasi di wilayah masing-masing,” ujar Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Dirinya berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peserta yang hadir di ruangan.
“Pengetahuan yang diperoleh harus dibawa pulang, diterapkan, kemudian ditularkan kepada pengelola KDKMP hingga tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.
Sementara itu, Paulo Simois menyebut KDKMP mempunyai posisi penting dalam membangun rantai distribusi pangan yang lebih efektif.
“Koperasi di tingkat desa dapat menjadi penghubung antara hasil produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar,” ungkapnya.
Karena itu, pengelola koperasi perlu memahami bukan hanya aspek kelembagaan, tetapi juga distribusi, rantai pasok, dan kualitas komoditas.
“Melalui TOT ini, kami ingin memastikan para peserta memahami bagaimana mengelola distribusi, membangun rantai pasok, serta menjaga kualitas komoditas sehingga KDKMP dapat berkembang menjadi bagian penting dari ekosistem pangan,” tandas Paulo.
Model TOT yang diterapkan menggunakan pola berjenjang, peserta tidak hanya ditempatkan sebagai penerima materi, tetapi diproyeksikan menjadi trainer sekaligus penggerak di wilayah masing-masing.
Dengan pola tersebut, materi dan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada pengurus KDKMP di desa maupun kelurahan.
Efek berantai ini dinilai penting agar peningkatan kapasitas pengelola koperasi tidak berhenti pada satu kegiatan.
Kolaborasi Kodim 0812/Lamongan, PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, serta jajaran kewilayahan pun menjadi salah satu fondasi untuk mendorong KDKMP lebih adaptif menghadapi kebutuhan masyarakat.
Target akhirnya bukan hanya koperasi yang aktif secara administratif.
KDKMP diharapkan mampu membuka ruang ekonomi baru, memperkuat posisi petani, memperlancar distribusi hasil produksi, sekaligus ikut menjaga ketersediaan pangan.
Jika dikelola secara transparan, profesional dan akuntabel, KDKMP berpeluang menjadi salah satu motor ekonomi dari tingkat desa sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan. (er)






