Daerah

Layanan Makin Lengkap, RSUD Sosodoro Bojonegoro Punya Tiga Teknologi Pemeriksaan Canggih

aksesadim01
×

Layanan Makin Lengkap, RSUD Sosodoro Bojonegoro Punya Tiga Teknologi Pemeriksaan Canggih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260915 WA0002

BOJONEGORO — Masyarakat Bojonegoro kini memiliki lebih banyak pilihan layanan pemeriksaan medis dengan dukungan teknologi diagnostik yang semakin lengkap.

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo terus memperkuat fasilitas penunjang medis, mulai dari MRI 3 Tesla, X-ray digital, hingga MSCT 256 Slice.

Penguatan fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dalam membangun layanan kesehatan yang semakin komprehensif sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan.

Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Ani Pujiningrum, menegaskan bahwa kelengkapan fasilitas menjadi salah satu aspek penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang paripurna.

“Untuk menjadi pusat rujukan ini tentu kita harus punya sesuatu yang berbeda dari rumah sakit yang lain. Kami berupaya supaya layanan masyarakat di RSUD Sosodoro ini paripurna, artinya semuanya ada di Sosodoro,” kata Ani.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla.

Teknologi ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan citra bagian tubuh tanpa menggunakan radiasi pengion seperti yang digunakan dalam pemeriksaan X-ray dan CT Scan.

Kekuatan 3 Tesla memungkinkan MRI menghasilkan gambaran jaringan tubuh dengan tingkat detail yang tinggi.

Pemeriksaan ini terutama bermanfaat untuk melihat jaringan lunak maupun struktur tubuh tertentu yang membutuhkan pencitraan lebih jelas.

Dalam pemeriksaan muskuloskeletal, misalnya, MRI dapat membantu mengevaluasi ligamen, otot, tulang serta jaringan di sekitarnya.

Sementara dalam pemeriksaan kepala atau neuroimaging, MRI dapat membantu dokter menilai kondisi otak.

Teknologi tersebut dapat menjadi bagian dari pemeriksaan pada berbagai kondisi, termasuk stroke, Alzheimer, kejang, maupun kelainan struktur otak.

Tak hanya MRI, layanan X-ray digital juga tersedia, pemeriksaan rontgen digital ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemeriksaan dada, kepala, perut, tulang hingga tulang belakang.

Salah satu keunggulan teknologi digital adalah kemudahan dalam memperoleh gambaran tulang belakang secara lebih menyeluruh.

Bagian servikal, torakal dan lumbal yang sebelumnya dapat diperiksa secara terpisah dapat direkam dan disusun sehingga menghasilkan gambaran tulang belakang secara lebih lengkap.

X-ray digital juga dapat digunakan untuk foto polos maupun pemeriksaan menggunakan bahan kontras sesuai indikasi medis, salah satunya fistulografi.

Sementara itu, bagi pemeriksaan yang membutuhkan gambaran tubuh dengan detail lebih tinggi, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo menyediakan MSCT 256 Slice.

Berbeda dengan X-ray biasa yang menghasilkan gambaran dari satu pemeriksaan radiografi, CT Scan memanfaatkan sinar-X untuk memperoleh potongan gambar tubuh dari berbagai sudut.

Potongan-potongan tersebut kemudian dapat diolah menjadi gambaran anatomi yang lebih rinci.

Kemampuan tersebut membantu dokter mendapatkan informasi lebih detail mengenai organ dan struktur tubuh.

MSCT dapat digunakan untuk membantu menemukan maupun mengevaluasi berbagai kelainan sehingga proses penegakan diagnosis dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Ketiga teknologi tersebut memiliki peran masing-masing.
X-ray digital menjadi pilihan untuk berbagai pemeriksaan radiologi dasar.

MSCT 256 Slice memberikan pencitraan tubuh melalui potongan gambar yang lebih detail, sedangkan MRI 3 Tesla memiliki keunggulan dalam mengevaluasi jaringan lunak dan struktur tertentu secara lebih mendalam.

Dengan demikian, keberadaan ketiganya bukan sekadar menambah daftar fasilitas rumah sakit.

Teknologi tersebut saling melengkapi sesuai kebutuhan pemeriksaan dan pertimbangan klinis pasien.

Ani mengatakan pengembangan layanan penunjang medis akan terus berjalan mengikuti penguatan layanan unggulan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.

Selain memperbarui dan melengkapi sarana prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian.

“Semoga kami tetap harus berbenah untuk membenahi layanan, mengembangkan terutama dari sisi sarana prasarana dan juga SDM, supaya kita bisa memberi layanan yang paripurna untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Penguatan fasilitas penunjang medis ini diharapkan semakin meningkatkan kemampuan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dalam memenuhi kebutuhan pemeriksaan masyarakat.

Dengan teknologi seperti MRI 3 Tesla, X-ray digital dan MSCT 256 Slice, masyarakat Bojonegoro memiliki akses terhadap pilihan pemeriksaan yang semakin beragam tanpa harus selalu mencari layanan pencitraan medis di luar daerah.

Pada akhirnya, kelengkapan teknologi tersebut diarahkan bukan hanya untuk menghadirkan peralatan modern, tetapi untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, tepat dan sesuai kebutuhan pasien. (er)