BOJONEGORO — Menjaga kesehatan gigi dan mulut ternyata tidak harus menunggu sampai muncul rasa sakit.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak dini justru menjadi salah satu kunci mempertahankan kesehatan gigi.
Pesan tersebut disampaikan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bojonegoro melalui talk show bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2026.
Kegiatan yang digelar bersama Malowopati FM pada Sabtu (12/9/2026) menghadirkan Ketua PDGI Cabang Bojonegoro, drg. Lailatul Mubarroh, sebagai narasumber.
Dengan mengusung tema HKGN 2026, “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat,” masyarakat diajak lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut, termasuk membangun kebiasaan perawatan sejak anak-anak.
Sikat Gigi Dua Kali Sehari
Dalam dialog tersebut, drg. Laila menjelaskan bahwa menyikat gigi secara rutin merupakan kebiasaan dasar yang penting dilakukan.
Masyarakat dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah makan dan sebelum tidur malam.
Sisa makanan yang menempel di permukaan maupun sela gigi dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri.
Bakteri kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi.
Karena itu, masyarakat juga disarankan memberikan jeda sekitar 30 menit setelah makan sebelum menyikat gigi.
Tak kalah penting, pemilihan sikat gigi juga perlu diperhatikan.
Sikat dengan bulu yang lembut dianjurkan agar proses pembersihan tetap efektif sekaligus membantu mengurangi risiko gangguan pada jaringan gusi.
Membersihkan gigi tidak cukup hanya mengandalkan sikat gigi. Ada bagian tertentu, terutama sela-sela gigi, yang sulit dijangkau oleh bulu sikat.
Untuk area tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan dental floss atau benang gigi guna membantu membersihkan sisa makanan dan kotoran yang terselip.
PDGI Bojonegoro juga mengingatkan masyarakat agar melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, idealnya setiap enam bulan sekali.
Pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi berbagai persoalan sejak awal, seperti plak, debris, karang gigi maupun gangguan kesehatan gigi lainnya.
Masalah gigi yang terlihat sepele sebaiknya tidak terus dibiarkan.
Karang gigi yang tidak ditangani dapat memengaruhi jaringan penyangga gigi dan berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Begitu pula dengan gigi berlubang, pemeriksaan lebih awal memungkinkan penanganan dilakukan sebelum kerusakan berkembang lebih jauh, termasuk melalui tindakan perawatan seperti penambalan jika diperlukan.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menjadikan rasa sakit sebagai satu-satunya tanda untuk memeriksakan kondisi gigi.
PDGI Cabang Bojonegoro saat ini memiliki sekitar 96 anggota, organisasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi profesi dokter gigi, tetapi juga aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ke depan, edukasi kesehatan gigi diharapkan semakin luas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Salah satu sasaran yang akan mendapat perhatian adalah siswa sekolah dasar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak usia dini.
Melalui edukasi yang dilakukan bersama, Dinkominfo Bojonegoro dan PDGI mengajak masyarakat mengubah kebiasaan: jangan menunggu gigi sakit baru datang ke dokter.
Pemeriksaan rutin, kebiasaan menjaga kebersihan gigi, serta penanganan sejak dini menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang. (er)






