BOJONEGORO – Potensi ekonomi kreatif dan pertanian modern di Kabupaten Bojonegoro kembali mendapat perhatian.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, bersama rombongan melakukan kunjungan ke sentra wisata edukasi gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, sekaligus meninjau Wisata Petik Melon Omah Melon Premium KW Farm, Selasa (9/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai potensi unggulan masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis desa.
Di Sentra Gerabah Desa Rendeng, rombongan diajak menyaksikan proses pembuatan gerabah yang selama ini menjadi salah satu identitas dan sumber penghasilan masyarakat setempat.
Mulai dari pengolahan tanah liat hingga proses pembentukan berbagai produk kerajinan, seluruh tahapan diperlihatkan secara langsung kepada para tamu.
Tidak hanya melihat, Cantika Wahono dan anggota rombongan juga ikut merasakan pengalaman menjadi perajin gerabah.
Dengan penuh antusias, mereka mencoba memutar roda gerabah dan membentuk tanah liat menjadi berbagai produk seperti pot bunga, asbak, cobek hingga celengan.
Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM lokal, rombongan turut membeli sejumlah produk gerabah hasil karya para perajin Desa Rendeng.
Usai mengunjungi sentra kerajinan, perjalanan dilanjutkan menuju Wisata Petik Melon Omah Melon Premium KW Farm yang berada di wilayah Kecamatan Malo.
Di lokasi tersebut, rombongan diajak masuk ke area greenhouse modern untuk melihat langsung proses budidaya melon yang dilakukan secara intensif.
Pengalaman semakin menarik ketika para tamu diberi kesempatan memilih dan memetik sendiri melon yang akan dibeli.
Selain itu, mereka juga mencicipi melon segar hasil panen yang dikenal memiliki cita rasa manis serta tekstur daging buah yang renyah.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengaku terkesan dengan perkembangan berbagai potensi usaha masyarakat yang ada di Kecamatan Malo.
“Tadi kita mengunjungi sentra gerabah dan sekarang berada di kebun melon. Sangat menarik karena kita bisa melihat sekaligus merasakan langsung berbagai potensi unggulan yang dimiliki Bojonegoro. Baik sektor kerajinan maupun pertanian modern memiliki peluang besar untuk terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Farmhouse KW Farm, Faruk, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro ke lokasi budidaya melon yang dikelolanya.
Menurut Faruk, kunjungan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi timnya untuk terus mengembangkan pertanian modern yang berkualitas dan berdaya saing.
“Kami sangat senang mendapatkan kunjungan dari TP PKK Bojonegoro. Kami ingin menunjukkan bahwa Bojonegoro mampu menghasilkan produk pertanian organik berkualitas yang bisa bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Faruk menjelaskan bahwa lokasi yang dikunjungi merupakan kebun kedua yang dikembangkan oleh KW Farm.
Farmhouse utama memiliki ukuran 10 x 50 meter dengan kapasitas sekitar 1.150 tanaman melon.
Sementara dua greenhouse lainnya dibangun dengan ukuran yang lebih kecil namun tetap mendukung peningkatan produksi.
Ia menambahkan, panen kali ini merupakan panen perdana dari kebun baru yang dikembangkan KW Farm dan hasilnya dinilai cukup memuaskan.
Melon yang diproduksi dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram dan mendapat respon positif dari konsumen karena kualitas rasa yang dihasilkan.
Melalui kunjungan ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap berbagai potensi lokal, baik di sektor UMKM, ekonomi kreatif maupun pertanian modern, dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sentra gerabah Desa Rendeng dan Wisata Petik Melon Omah Melon Premium pun menjadi contoh bagaimana inovasi, kreativitas dan kerja keras masyarakat mampu menghadirkan peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Bojonegoro. (er)






