BOJONEGORO – Beberapa hari terakhir masyarakat Bojonegoro merasakan udara yang jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.
Kondisi ini ternyata menjadi salah satu tanda bahwa wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menghimbau masyarakat agar mulai meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Mengacu pada informasi iklim dasarian yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, periode 1–10 Juli 2026 diprediksi didominasi curah hujan kategori rendah di sebagian besar wilayah Jawa Timur.
Peluang terjadinya kondisi tersebut bahkan mencapai lebih dari 90 persen.
Dengan semakin minimnya curah hujan, masyarakat Bojonegoro diminta tidak hanya mewaspadai potensi kekeringan, tetapi juga risiko kebakaran lahan, gangguan kesehatan akibat cuaca panas, hingga berkurangnya ketersediaan air bersih.
BPBD Bojonegoro mengingatkan agar setiap keluarga mulai menyiapkan cadangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apabila pasokan air mengalami penurunan selama musim kemarau.
Dari sisi kesehatan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi.
Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan pakaian yang nyaman, topi atau payung, serta tabir surya bila terpapar sinar matahari dalam waktu lama.
Selain itu, kewaspadaan terhadap kebakaran juga harus ditingkatkan.
Warga diminta tidak membakar sampah maupun lahan, memastikan instalasi listrik dan peralatan memasak dalam kondisi aman, serta menyediakan alat pemadam sederhana apabila memungkinkan.
Lingkungan sekitar rumah juga perlu dijaga tetap bersih. Rumput dan semak yang sudah mengering sebaiknya dipangkas karena mudah terbakar.
Tempat penampungan air pun perlu ditutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Bagi para petani, BPBD menyarankan pengelolaan air secara lebih efisien melalui pengaturan jadwal irigasi, penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah, serta memilih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan jika diperlukan.
Masyarakat juga dihimbau menyiapkan persediaan bahan pangan dan obat-obatan penting, terutama bagi warga yang tinggal di daerah dengan potensi kekeringan tinggi.
BPBD Bojonegoro mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG maupun instansi terkait.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak musim kemarau seperti kekeringan, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat diminimalkan. (er)






