BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXIII Himpunan Mahasiswa Islam yang digelar di Ria Resto & Caffe, Sabtu (17/5/2026).
Dalam forum tersebut, mahasiswa Bojonegoro didorong untuk lebih aktif mengawal berbagai persoalan publik dan pembangunan daerah.
Di hadapan kader HMI, Nurul Azizah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini tengah fokus menghadapi sejumlah tantangan strategis.
Mulai dari persoalan anak putus sekolah, pemerataan akses pendidikan, hingga kesiapan ekonomi daerah menghadapi era pasca migas yang dinilai harus dipersiapkan sejak dini.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kontrol sosial sekaligus mitra kritis pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro siap berkolaborasi dengan HMI,” ujar Nurul Azizah dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi langkah HMI Bojonegoro yang selama ini dinilai aktif mengawal berbagai isu pembangunan daerah.
Peran organisasi mahasiswa dianggap sangat dibutuhkan untuk memberikan masukan, kritik, hingga gagasan demi kemajuan Bojonegoro ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam, Rony Sugiarto menegaskan bahwa HMI harus tetap hadir sebagai organisasi yang responsif terhadap persoalan masyarakat dan kebijakan publik.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi jangka pendek semata.
Ia menilai penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas bersama.
Melalui Konfercab ke-XXIII ini, HMI Bojonegoro berharap lahir gagasan baru, kepemimpinan progresif, serta arah gerakan organisasi yang lebih adaptif dalam menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro. (er)






