Daerah

Pameran SEJIWA Resmi Dibuka, Sukahati Art Space Kota Batu Jadi Magnet Baru Dunia Seni

aksesadim01
8935
×

Pameran SEJIWA Resmi Dibuka, Sukahati Art Space Kota Batu Jadi Magnet Baru Dunia Seni

Sebarkan artikel ini
IMG 20260517 WA0030

KOTA BATU – Atmosfer haru, hangat, dan penuh semangat kreativitas menyelimuti kawasan Sukahati Art Space di Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (16/5/2026) sore.

Ruang kreatif yang berada satu kawasan dengan Kaliwatu Grup itu resmi kembali dibuka setelah sempat vakum bertahun-tahun.

Kebangkitan ruang seni tersebut ditandai dengan soft launching “Sukahati Art Space” sekaligus pembukaan pameran bergengsi bertajuk “SEJIWA Ceramics Art Exhibition”.

Acara ini diresmikan langsung oleh Dra. Indah Chrysanti Angge, M.Sn., Koordinator Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Momentum tersebut juga menjadi bagian dari program fasilitasi kebudayaan Kementerian Kebudayaan dan LPDP bertajuk “Arsip Karya dan Pikiran Maestro”.

Di balik bangkitnya kembali Sukahati Art Space, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan dari seniman keramik Indonesia, Mukhlis Arif.

Studio yang dulu bernama “Tuku Ceramic” itu dirintis sekitar tahun 1993 dari sebuah gang kecil dengan segala keterbatasan.

Saat memberikan sambutan, Mukhlis Arif tampak tak kuasa menahan haru ketika mengenang masa-masa awal membangun studio keramiknya bersama Mukhlas Rofiq atau yang akrab disapa Mr. Roo, owner Kaliwatu Grup.

Ia mengenang bagaimana keduanya dulu harus menurunkan tanah liat dari truk secara manual demi mempertahankan mimpi sederhana mereka tentang seni.

“Kami dulu tidak pernah berpikir ini akan menjadi bisnis besar. Yang ada di pikiran kami hanya bagaimana karya ini bisa bermanfaat, dinikmati, dan membuat orang lain bahagia,” ujar Mukhlis Arif dengan mata berkaca-kaca.

Kini, Sukahati Art Space hadir dengan konsep yang jauh lebih luas.

Jika sebelumnya hanya fokus pada seni keramik melalui Matahati Ceramics, kini ruang tersebut berkembang menjadi ruang publik lintas disiplin seni.

Berbagai bidang seni mulai dari seni lukis, grafis, logam, tekstil, batik, sastra hingga teater akan diwadahi dalam satu ekosistem kreatif terbuka bagi masyarakat dan generasi muda.

Kehadiran kembali Sukahati Art Space tidak lepas dari dukungan keluarga, komunitas, mahasiswa, serta para seniman yang ingin menjaga ekosistem seni di Kota Batu tetap hidup.

Pengakuan Mukhlis Arif sebagai maestro seni keramik Indonesia pun bukan hadir secara instan.

Konsistensinya selama puluhan tahun dalam berkarya, mengajar, dan membangun kreativitas masyarakat menjadi alasan utama namanya diusulkan dalam program “Arsip Karya dan Pikiran Maestro”.

Dra. Indah Chrysanti Angge menjelaskan bahwa proses kurasi program tersebut dilakukan sangat ketat.

Menurutnya, Mukhlis Arif bukan hanya seniman pembuat karya, melainkan juga pendidik kreativitas yang telah menginspirasi banyak kalangan selama puluhan tahun.

“Beliau bukan sekedar membuat produk seni, tetapi juga konsisten mengedukasi masyarakat, sekolah, perusahaan hingga komunitas marjinal untuk berpikir kreatif dan inovatif,” jelasnya.

Jejak karya Mukhlis Arif juga telah tersebar luas dan dikoleksi berbagai pihak, mulai museum keramik, kolektor hingga masyarakat umum.

Tak hanya itu, ribuan peserta juga telah mengikuti pelatihan kreatif yang ia gelar secara mandiri selama lebih dari dua dekade.

Dalam program besarnya bertajuk “Jatuh Cinta Totalitas Sebuah Pengabdian”, Mukhlis Arif menegaskan bahwa tanah liat bukan sekadar media kerajinan, melainkan sarana membangun pola pikir kreatif.

Menurutnya, lewat simulasi kreativitas menggunakan lempung, seseorang dapat belajar membuka cara pandang baru terhadap kehidupan, pendidikan, hingga masa depan.

“Lempung itu bisa menjadi apa saja. Dari situ orang belajar bahwa hidup dan sekolah juga bisa dibentuk menjadi apa saja sesuai imajinasi dan mimpi mereka,” ungkapnya.

Sebelum acara pembukaan, Sukahati Art Space juga telah menggelar berbagai kegiatan edukasi kreatif sepanjang Mei 2026.

Mulai dari pelatihan “Guru Kreatif”, motivasi kreativitas untuk sekolah-sekolah, hingga pottery class bertajuk “Dalam Sentuhan”.

Kebangkitan Sukahati Art Space turut disambut antusias para mahasiswa seni. Adib, salah satu mahasiswa yang selama ini belajar bersama Mukhlis Arif, menyebut tempat tersebut sebagai laboratorium kreatif yang sangat penting bagi generasi muda.

“Bagi kami, Sukahati Art Space adalah ruang eksplorasi dan kolaborasi lintas seni yang sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Sebagai penanda pembukaan kembali ruang seni ini, “SEJIWA Ceramics Art Exhibition” resmi digelar mulai 17 hingga 23 Mei 2026 pukul 10.00–19.00 WIB.

Pameran tersebut menghadirkan karya para talenta muda dari berbagai daerah, di antaranya Adib Muktafi (Lumajang), Alya R. (Gresik), Dhila (Batu), M. Arif (Batu), Sindy (Sidoarjo), Oza (Kediri), Lily (Malang), dan Kikin Eka Rahayu Agustin (Nganjuk).

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada agenda puncak 24 Agustus 2026 mendatang.

Pada momen tersebut, Mukhlis Arif dijadwalkan menggelar pameran tunggal berskala besar yang mendokumentasikan perjalanan karya dan pemikirannya sejak era 1990-an hingga karya instalasi terbarunya.

Dengan hadirnya kembali Sukahati Art Space, Kota Batu tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pergerakan seni budaya yang inklusif, edukatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas. (Fur)