Infotaiment

Lomba Esai Sejarah Desa Bojonegoro Dibuka, Hadiah Rp10 Juta

aksesadim01
×

Lomba Esai Sejarah Desa Bojonegoro Dibuka, Hadiah Rp10 Juta

Sebarkan artikel ini
IMG 20260917 WA0003

BOJONEGORO – Cerita tentang asal-usul desa, tokoh, tradisi, hingga berbagai jejak masa lalu di Kabupaten Bojonegoro kini mendapat ruang untuk kembali diangkat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro membuka Lomba Esai Sejarah Desa Bojonegoro 2026.

Mengusung tema “Menelusuri Jejak Sejarah Desa di Kabupaten Bojonegoro”, lomba ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menggali cerita sejarah yang berkembang di lingkungan masing-masing sekaligus menuangkannya dalam karya tulisan.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi menulis.

Lebih jauh, lomba diharapkan dapat mendorong masyarakat ikut mendokumentasikan sejarah lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.

“Melalui lomba ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih mengenal sejarah desa masing-masing. Jejak sejarah yang ada di desa merupakan bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya Bojonegoro,” jelas Elzadeba.

Peserta nantinya wajib memilih salah satu subtema yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis lomba.

Karya yang dikirim harus orisinal, belum pernah diterbitkan, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Kesempatan mengikuti lomba ini terbuka bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bojonegoro dengan usia minimal 16 tahun saat pendaftaran.

Peserta dapat mendaftar secara individu maupun berkelompok dengan jumlah anggota maksimal tiga orang.

Khusus peserta yang masih berstatus pelajar, terdapat persyaratan tambahan berupa kartu pelajar dan/atau surat keterangan aktif dari sekolah.

Setiap peserta juga hanya diperbolehkan mengirimkan satu judul esai.

Dalam proses penilaian, panitia akan melihat sejumlah aspek penting.

Di antaranya format esai, kreativitas gagasan, topik yang diangkat, hingga kemampuan peserta dalam melakukan analisis, sintesis dan menyusun simpulan.

Soal orisinalitas juga menjadi perhatian utama, peserta diminta tidak melakukan plagiarisme, memalsukan data, ataupun melakukan bentuk kecurangan lainnya.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berkonsekuensi pada pengurangan nilai, diskualifikasi, bahkan pembatalan status sebagai pemenang.

Elzadeba berharap lomba ini dapat menjadi pintu bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menemukan kembali berbagai cerita sejarah yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat atau belum banyak diketahui publik.

“Harapannya, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi menulis, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan dan mengangkat kembali cerita, nilai, serta sejarah desa yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat,” imbuhnya.

Bagi masyarakat Bojonegoro yang tertarik mengikuti lomba, pendaftaran dan pengiriman karya dibuka mulai 14 September hingga 14 Oktober 2026.

Informasi lengkap mengenai pendaftaran serta petunjuk teknis dapat diperoleh melalui tautan atau QR code pendaftaran yang disediakan Disbudpar Kabupaten Bojonegoro.

Tak hanya kesempatan mengangkat sejarah lokal, peserta juga berpeluang membawa pulang hadiah dengan total mencapai Rp10 juta.

Kini, cerita sejarah desa bukan hanya untuk dikenang. Melalui lomba ini, masyarakat Bojonegoro diajak menelusuri, menulis dan mengabadikan jejak masa lalu agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. (er)