TNI/POLRI

Satgas TMMD 129 Bojonegoro Gandeng PMI, Warga Kesongo Dibekali Ilmu Penyelamatan

aksesadim01
8832
×

Satgas TMMD 129 Bojonegoro Gandeng PMI, Warga Kesongo Dibekali Ilmu Penyelamatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260722 WA0006

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Melalui sasaran nonfisik, Satgas TMMD juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan situasi darurat dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro.

Bertempat di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Selasa (21/7/2026), Satgas TMMD bersama PMI menggelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Nonalam Berbasis Masyarakat.

Kegiatan ini diikuti perangkat desa, anggota Linmas, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga yang diharapkan menjadi garda terdepan saat terjadi keadaan darurat di lingkungan masing-masing.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pertolongan pertama, teknik evakuasi korban kecelakaan, penanganan awal sebelum tenaga medis tiba, hingga praktik penggunaan peralatan evakuasi secara aman dan tepat.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat dibutuhkan mengingat wilayahnya berada di jalur alternatif Bojonegoro–Lamongan yang cukup padat dan memiliki potensi kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan secara benar agar korban dapat segera memperoleh penanganan tanpa memperburuk kondisi yang dialami.

“Ketika menemukan korban kecelakaan, jangan hanya berdiri atau merekam menggunakan telepon genggam. Prioritas utama adalah segera menghubungi fasilitas kesehatan atau petugas terkait agar korban bisa mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” tegas Kusnadi.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menekankan bahwa pengetahuan mengenai pertolongan pertama merupakan keterampilan yang sangat penting dimiliki masyarakat.

Menurutnya, niat baik membantu korban harus dibarengi dengan pemahaman teknik yang benar. Kesalahan saat memindahkan atau mengevakuasi korban justru berpotensi memperparah cedera yang dialami.

“Jangan sampai niat menolong justru membuat kondisi korban semakin parah karena teknik penanganan yang kurang tepat. Karena itu, ikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh agar ilmu ini benar-benar bermanfaat ketika dibutuhkan,” ujarnya.

Sebagai personel kesehatan TNI yang kerap bekerja sama dengan PMI dalam berbagai aksi kemanusiaan, Lettu Ckm Purnomo juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang akan menjadi bagian dari rangkaian TMMD ke-129.

“Setiap tetes darah yang kita donor dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Mari bersama-sama ikut berbagi melalui kegiatan donor darah nanti,” tambahnya.

Materi pelatihan disampaikan oleh Staf Penanggulangan Bencana dan Pelayanan Kesehatan Sosial PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian.

Ia menjelaskan bahwa perangkat desa dan anggota Linmas merupakan pihak yang paling sering berada di lokasi pertama ketika terjadi kecelakaan maupun bencana.

Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan dasar pertolongan pertama agar mampu bertindak cepat, tepat, sekaligus tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri.

“Seorang penolong harus memahami prosedur penyelamatan yang benar. Jangan sampai ingin membantu, tetapi justru ikut menjadi korban karena kurangnya pengetahuan,” jelas Wahyu.

Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti simulasi praktik penanganan korban, teknik evakuasi, hingga penggunaan peralatan penyelamatan.

Metode ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta sehingga siap diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

PMI Kabupaten Bojonegoro juga akan melanjutkan rangkaian edukasi di Desa Kesongo.

Pada 4 Agustus 2026, sosialisasi akan diberikan kepada siswa SD Negeri Kesongo 1 dan SD Negeri Kesongo 2, sedangkan pada 7 Agustus 2026 akan digelar aksi donor darah di Balai Desa Kesongo.

Melalui sinergi antara TNI, PMI, Pemerintah Desa, dan masyarakat, program TMMD ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Edukasi kesiapsiagaan bencana ini diharapkan mampu membentuk masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan siap menjadi penolong pertama saat menghadapi berbagai kondisi darurat. (Er)