Peristiwa

Misteri Wafatnya Kepala SPPG Bandung, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Keluarga

aksesadim01
7046
×

Misteri Wafatnya Kepala SPPG Bandung, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Keluarga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260714 WA0004

BANDUNG – Peristiwa meninggalnya Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, menjadi perhatian luas masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Pria berusia 26 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia di area Kings Shopping Centre, Kota Bandung, pada Minggu (12/7/2026) pagi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh penyebab peristiwa tersebut.

Kapolsek Regol, Kompol Megawati Triyani, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 06.30 WIB dari petugas keamanan dan teknisi gedung yang menemukan korban.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Regol bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam terkait adanya kejadian tersebut. Setelah itu petugas bersama Tim Inafis langsung melakukan olah TKP,” ujar Megawati, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di lantai 12 gedung Kings Shopping Centre.

Selain melakukan identifikasi, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban sebagai barang bukti.

Di antaranya telepon genggam, sandal, kartu tanda penduduk (KTP), serta sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh korban.

Menurut Megawati, surat tersebut berisi permintaan maaf yang ditujukan kepada keluarga.

“Barang bukti yang diamankan berupa handphone, sandal, KTP, dan satu surat tulisan tangan berisi permohonan maaf kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Seiring berkembangnya informasi, isi surat tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam surat itu, korban menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga karena merasa belum mampu memenuhi harapan mereka.

Korban juga menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan kerjanya di dapur SPPG.

Dalam tulisannya, ia mengaku merasa belum layak mengemban jabatan sebagai kepala serta menilai dirinya belum dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Meski isi surat tersebut banyak diperbincangkan, hingga kini pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai hubungan surat tersebut dengan penyebab kematian korban.

Polisi menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Masyarakat juga dihimbau menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada keterangan lebih lanjut dari aparat berwenang. (dy)