Daerah

Gayatri 2026 Resmi Bergulir, Bupati Bojonegoro: Warga Harus Mandiri dari Hasil Telur

aksesadim01
6500
×

Gayatri 2026 Resmi Bergulir, Bupati Bojonegoro: Warga Harus Mandiri dari Hasil Telur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260721 WA0037

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat langkah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).

Memasuki tahun 2026, program unggulan tersebut diperluas dengan menyasar 4.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari kelompok masyarakat prasejahtera.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Gayatri di Pendopo Kecamatan Dander, Selasa (21/7/2026).

Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa Gayatri bukan hanya program pemberian bantuan, melainkan upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha peternakan ayam petelur yang berkelanjutan.

“Program ini kami siapkan agar masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri. Bantuan ayam petelur diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang,” ujar Setyo Wahono.

Menurutnya, setiap telur yang dihasilkan tidak hanya dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga, tetapi juga dapat dijual sehingga memberikan pemasukan harian bagi penerima manfaat.

Bupati juga mengingatkan agar sebagian hasil penjualan telur disisihkan sebagai modal membeli bibit ayam baru ketika masa produktif ayam berakhir, yakni sekitar 20 hingga 22 bulan.

Dengan cara tersebut, usaha ternak diharapkan tetap berjalan tanpa bergantung pada bantuan pemerintah di masa mendatang.

Program Gayatri tahun ini menyasar masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain itu, penerima bantuan diprioritaskan berada pada usia produktif, yakni 18 hingga 60 tahun, serta memiliki kemauan untuk mengembangkan usaha peternakan.

Di hadapan 80 peserta KPM dari delapan desa di Kecamatan Dander, Bupati menegaskan bahwa seluruh penerima dipilih berdasarkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria. Tidak ada kaitannya dengan kedekatan politik ataupun kepentingan tertentu. Semua mengacu pada data agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Tak hanya menyalurkan bantuan ayam petelur, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyiapkan pendampingan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan.

Para penerima manfaat memperoleh pelatihan mengenai teknik budidaya ayam petelur, pengelolaan kesehatan ternak, manajemen pakan, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Pembekalan tersebut diberikan melalui Bimbingan Teknis agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional dan mampu mempertahankan produktivitas ternak dalam jangka panjang.

Pemkab Bojonegoro optimistis Program Gayatri akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa.

Selain meningkatkan konsumsi protein hewani untuk keluarga, hasil produksi telur juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Melalui langkah tersebut, Bojonegoro tidak hanya membangun ketahanan pangan, tetapi juga menyiapkan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi yang dimulai dari pekarangan rumah sendiri. (Pro/er)