Daerah

Musim Kemarau 2026, BPBD Bojonegoro Petakan 72 Desa Rawan Kekeringan

aksesadim01
6653
×

Musim Kemarau 2026, BPBD Bojonegoro Petakan 72 Desa Rawan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260709 WA0009

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan penanganan dampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami krisis air.

Langkah ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap permohonan dari pemerintah desa yang terdampak kekeringan.

Sejak Juni hingga awal Juli 2026, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan tim BPBD.

Verifikasi tersebut bertujuan memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan bahwa selama Juni 2026 pihaknya telah menyalurkan 10 tangki air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Desa-desa penerima bantuan meliputi Desa Deru, Desa Wotan, dan Desa Sumberharjo di Kecamatan Sumberrejo, Desa Sumberejokidul di Kecamatan Sukosewu, Desa Sugihwaras dan Desa Luwihaji di Kecamatan Ngraho, Desa Nglampin di Kecamatan Ngambon, serta Desa Papringan di Kecamatan Temayang.

Memasuki awal Juli 2026, BPBD kembali mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengajukan permohonan, di antaranya Desa Sumberejokidul Kecamatan Sukosewu dan Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho.

Heru menjelaskan, setiap pengajuan bantuan selalu diawali dengan pengecekan langsung ke lapangan.

Tim BPBD memastikan kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, hingga ketersediaan pasokan air di lokasi sebelum bantuan didistribusikan.

“Setiap permohonan distribusi air bersih diawali dengan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta ketersediaan pasokan di wilayah setempat. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, BPBD Bojonegoro juga telah menyusun peta wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 20 kecamatan dengan total 72 desa yang masuk kategori rawan terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan, menyiapkan cadangan air bersih, sekaligus memperkuat langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

BPBD bersama pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

Di sisi lain, masyarakat dihimbau untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau berlangsung.

Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau langsung menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bojonegoro melalui layanan WhatsApp di 0811-3356-444.

Dengan langkah antisipasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dampak kekeringan tahun ini dapat ditekan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau. (er)