BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro kembali mencuri perhatian nasional di momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Seekor sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan bobot fantastis mencapai 1.040 kilogram resmi disiapkan untuk masyarakat Bojonegoro.
Sapi jumbo tersebut berasal dari peternak lokal Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, dan dijemput langsung oleh tim Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (26/5/2026).
Proses penjemputan berlangsung ketat karena hewan kurban Presiden harus dipastikan dalam kondisi sehat dan layak sebelum diserahkan kepada takmir Masjid Baabus Shofa Bojonegoro.
Sebelum proses serah terima dilakukan, sapi lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh dokter hewan dan tim teknis dari Dinas Peternakan dan Perikanan.
Pemeriksaan meliputi kondisi jantung, sistem pernafasan, hingga pengecekan fisik secara detail untuk memastikan sapi bebas dari penyakit dan memenuhi standar hewan kurban.
Di balik tubuh besar sapi tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan kedekatan emosional sang pemilik, Irwan, peternak asal Desa Panjunan.
Ia mengaku telah merawat sapi itu sejak masih pedet atau anakan selama kurang lebih dua tahun dengan perhatian ekstra.
Bahkan, Irwan mengaku merasa haru sekaligus bangga karena sapi yang dirawatnya sejak kecil kini dipercaya menjadi bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Idul Adha.
“Sejak kecil memang dirawat khusus. Minumnya air hangat, pakannya juga racikan sendiri. Alhamdulillah sekarang bisa terpilih menjadi sapi bantuan Presiden,” ujar Irwan.
Tak hanya memiliki ukuran jumbo, sapi tersebut juga tercatat pernah menjuarai kontes bibit unggulan yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2024 lalu.
Prestasi itu menjadi bukti kualitas ternak lokal Bojonegoro mampu bersaing di tingkat nasional.
Irwan mengatakan, sapi bantuan Presiden itu merupakan sapi jumbo keempat yang pernah dipeliharanya.
Sebagian besar sapi yang ia rawat memiliki bobot lebih dari satu ton berkat perawatan intensif dan pola pakan khusus.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap sektor peternakan memberikan dampak besar bagi para peternak lokal.
Selain meningkatkan nilai ekonomi, dukungan tersebut juga menjadi motivasi agar peternak terus menghasilkan ternak unggulan yang sehat dan berkualitas.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami para peternak untuk terus meningkatkan kualitas peternakan dan menghasilkan ternak yang sehat serta unggul,” ungkapnya.
Dia berharap perhatian pemerintah terhadap dunia peternakan terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peternak lokal di berbagai daerah.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan turut memberikan apresiasi kepada peternak lokal yang berhasil menghasilkan sapi berkualitas nasional hingga dipercaya menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa peternak Bojonegoro memiliki potensi besar dalam menghasilkan ternak unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional. (er)






