Infotaiment

Ini Alasan Proyek Jembatan Ngablak Dander Bojonegoro Terhambat

aksesadim01
8828
×

Ini Alasan Proyek Jembatan Ngablak Dander Bojonegoro Terhambat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260418 WA0027

BOJONEGORO – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian publik.

Proyek yang didanai dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Pemkab Bojonegoro itu dilaporkan mengalami keterlambatan bahkan sempat terhenti, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Camat Dander, Teguh Wibowo, SH, MH, menegaskan bahwa pihak kecamatan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Ia mengaku rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) setiap pekan untuk memastikan progres pekerjaan tetap berjalan.

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah faktor alam, khususnya meluapnya air dari Bengawan Solo serta aliran sungai di sekitar lokasi proyek.

“Setiap minggu kami lakukan update dan monev. Memang ada kendala besar di awal, terutama karena naiknya air Bengawan Solo yang justru meluap ke arah utara, tidak seperti biasanya,” jelas Teguh, Kamis (16/6/2026).

Dia bahkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi tersebut.

Hasilnya, aliran air yang tidak normal menyebabkan area proyek tergenang secara berulang, meski sempat surut.

Tak hanya itu, upaya penanganan seperti pembuatan tanggul hingga rencana pembendungan juga telah dipertimbangkan.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi hambatan dalam merealisasikan langkah teknis tersebut.

“Upaya sudah dilakukan, termasuk koordinasi dengan BPBD Bojonegoro dan Dinas PU. Tapi untuk penanganan seperti pembendungan membutuhkan biaya besar, sementara anggaran tidak mencukupi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Teguh juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi proyek.

Dirinya memberikan tekanan kepada pelaksana agar seluruh dokumen dan laporan dapat dipenuhi secara lengkap, bukan hanya penjelasan lisan.

“Secara administrasi harus lengkap. Tidak bisa hanya alasan di lapangan tanpa didukung dokumen yang jelas,” tegasnya.

Terkait progres pekerjaan, Camat Dander menyebut bahwa sejak awal proyek telah ditargetkan selesai pada Maret.

Namun, menjelang batas waktu, progres dinilai belum optimal sehingga dilakukan evaluasi bersama pihak terkait, termasuk inspektorat dan dinas teknis.

Meski demikian, pihak konsultan menyebut pekerjaan masih dapat dikejar, terutama jika kondisi cuaca memasuki musim kemarau pada April hingga Mei.

“Kalau sudah masuk musim kering, ada peluang pekerjaan bisa dipercepat, bahkan dengan sistem lembur. Harapannya proyek ini tidak mangkrak,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap proyek jembatan tersebut segera rampung agar akses dan aktivitas masyarakat kembali normal, sekaligus memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran. (Er)