Infotaiment

Wisata Edukasi Bojonegoro Tuai Pujian Peserta Olimpiade Asia

masbam990
6495
×

Wisata Edukasi Bojonegoro Tuai Pujian Peserta Olimpiade Asia

Sebarkan artikel ini
1000144621 copy 1280x853

BOJONEGORO — Suasana geopark Kayangan Api berubah semarak pada Rabu (12/11/2025) ketika ratusan peserta Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (ASMOPSS) hari kedua tiba di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.

Kedatangan delegasi dari enam negara itu langsung disambut oleh anak-anak SD se-Kecamatan Ngasem dan pertunjukan memukau Tari Api Kayangan.

Momen penyambutan yang penuh energi dan warna-warni tradisi ini berhasil memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan wisata edukasi tersebut.

Untuk memudahkan proses pembelajaran, rombongan dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka diajak mengenal lebih dekat Tari Api KayanganWayang Thengul, serta seni merajut yang menjadi bagian dari kearifan lokal Bojonegoro.

Anastasya, pembimbing tari, menjelaskan bahwa Tari Api Kayangan menggambarkan keabadian api yang tak pernah padam di situs Kayangan Api.

Ia kemudian menuturkan legenda Mbah Kriyo Kusuma, seorang empu pusaka pada masa Majapahit yang bertapa di hutan sambil menyalakan api di atas bebatuan.

Api yang ia bawa inilah yang dipercaya sebagai cikal bakal munculnya Api Abadi Kayangan Api yang masih menyala hingga hari ini.

Pelatih lainnya, Bagus, mengajak peserta menyelami makna Wayang Thengul. Ia menjelaskan bahwa nama thengul berasal dari kata “methentheng” dan “methungul.”

“Karena wayang ini terbuat dari kayu dan berbentuk tiga dimensi, dalang harus mengangkatnya dengan tenaga ekstra (methentheng) agar wayang muncul dan terlihat jelas oleh penonton (methungul),” paparnya.

Penjelasan itu membuat peserta semakin antusias mencoba memainkan wayang khas Bojonegoro tersebut.

Ketakjuban para delegasi pun tak dapat disembunyikan. Moisova Nataly, peserta dari Kazakhstan kategori Mathematic Primary, mengaku pengalaman ini sangat berkesan.

Sementara itu, peserta Thailand kategori Science SecondaryNguyen Chan Phue, bahkan menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman menyenangkan lintas bangsa.

Rangkaian kegiatan budaya ditutup dengan Gala Dinner di area pelataran Kayangan Api. Para peserta menikmati hidangan sambil memandang kobaran api abadi yang menjadi ikon geopark tersebut sebuah pemandangan yang menutup hari dengan kesan magis dan hangat.

ASMOPSS 2025 tak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga ruang berharga untuk mengenal budaya Nusantara dan mempererat persahabatan antarnegara Asia. (Er)