Infotaiment

Minum Air Putih Saja Belum Cukup, Ini Kunci Mencegah Batu Ginjal Menurut Dokter di Bojonegoro

aksesadim01
8909
×

Minum Air Putih Saja Belum Cukup, Ini Kunci Mencegah Batu Ginjal Menurut Dokter di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 WA0059

BOJONEGORO – Penyakit batu ginjal masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Bojonegoro.

Tingginya angka kasus membuat masyarakat diimbau lebih waspada dengan mengenali penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya sejak dini.

Edukasi tersebut disampaikan dalam program SAPA! Bojonegoro, hasil kolaborasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro bersama RSUD Sosodoro Djatikoesoemo melalui Radio Malowopati FM, Rabu (15/7/2026).

Menghadirkan dokter spesialis urologi RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Roy Dwi Antariksa Kristanto, talkshow tersebut membahas secara lengkap berbagai hal mengenai batu ginjal, mulai dari faktor penyebab, cara mendeteksi lebih awal, hingga teknologi penanganan terbaru yang kini tersedia di Bojonegoro.

Menurut dr. Roy, batu ginjal terbentuk akibat endapan mineral atau zat tertentu dari makanan dan minuman yang mengkristal di saluran kemih.

Kristal tersebut kemudian membesar hingga menjadi batu yang menghambat aliran urine dan menimbulkan berbagai keluhan.

Ia mengungkapkan, jumlah penderita batu ginjal di Bojonegoro tergolong tinggi.

Bahkan, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo rata-rata melakukan sekitar 100 tindakan operasi batu saluran kemih setiap bulan.

Salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan tingginya kasus batu ginjal di Bojonegoro adalah kandungan kapur pada air.

Namun, dr. Roy menegaskan bahwa penyebab penyakit ini tidak bisa disimpulkan hanya dari kualitas air minum.

“Batu ginjal dipengaruhi banyak faktor, mulai dari lingkungan, pola makan, kebiasaan hidup, hingga faktor genetik atau keturunan. Karena itu masyarakat tidak boleh hanya fokus pada satu penyebab saja,” jelasnya.

Dia menambahkan, seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita batu ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit serupa.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting agar batu ginjal dapat ditemukan sebelum ukurannya membesar atau memicu komplikasi.

Pemeriksaan yang disarankan antara lain tes urine lengkap serta pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Bahkan, menurutnya, skrining kesehatan dapat dilakukan sejak usia muda atau sebelum menikah sebagai bagian dari upaya deteksi dini.

Selain pemeriksaan berkala, perubahan gaya hidup juga memegang peranan penting dalam mencegah terbentuknya batu ginjal.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya endapan mineral di saluran kemih.

Mengenai penanganan, dr. Roy menegaskan bahwa tidak semua penderita batu ginjal harus menjalani operasi.

Penanganan akan disesuaikan dengan ukuran batu, lokasi dan kondisi pasien.

Untuk batu berukuran kecil, terapi dapat dilakukan melalui perubahan pola hidup dan pemberian obat.

Sementara pada kondisi tertentu, pasien dapat menjalani tindakan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu pemecahan batu menggunakan gelombang kejut tanpa operasi terbuka.

Jika tindakan operasi diperlukan, masyarakat tidak perlu khawatir.

Teknologi kedokteran saat ini memungkinkan operasi dilakukan dengan metode minimal invasif menggunakan alat endoskopi yang dipadukan teknologi laser.

Dengan teknik tersebut, tindakan tidak memerlukan sayatan besar sehingga rasa nyeri lebih ringan, risiko komplikasi lebih kecil dan masa pemulihan menjadi jauh lebih cepat.

Sebagian besar pasien bahkan dapat kembali ke rumah dalam waktu satu hingga dua hari apabila kondisi pasca operasi berjalan baik.

“Operasi batu ginjal sekarang sudah jauh berbeda dibanding dahulu. Dengan teknologi endoskopi dan laser, tindakan menjadi lebih aman, minim luka, dan proses penyembuhan pasien berlangsung lebih cepat. Layanan ini sudah tersedia di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo,” terang dr. Roy.

Sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah batu ginjal, masyarakat dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih setiap hari, disertai aktivitas fisik secara rutin.

Menurut dr. Roy, aktivitas tubuh yang cukup dapat membantu batu berukuran kecil keluar secara alami bersama urine sehingga risiko terbentuknya batu yang lebih besar dapat ditekan.

Melalui edukasi kesehatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengenali gejala sejak dini, risiko penyakit batu ginjal diharapkan dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Er)