BOJONEGORO – Kondisi cuaca di Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (2/6/2026) diperkirakan cukup bersahabat untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bojonegoro, wilayah Bojonegoro akan didominasi cuaca cerah pada pagi hingga siang hari sebelum berangsur berawan pada malam hingga dini hari.
Data prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan suhu udara pada pagi hari berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan kondisi cerah.
Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 1,5 kilometer per jam dan tingkat kelembapan mencapai 78 persen.
Memasuki siang hari, cuaca diperkirakan tetap cerah dengan suhu meningkat hingga 32 derajat Celsius.
Kelembapan udara turun menjadi 56 persen, sementara angin masih bergerak dari arah timur dengan kecepatan sekitar 2,8 kilometer per jam.
Pada malam hari, kondisi cuaca mulai berubah menjadi berawan.
Suhu udara turun ke angka 26 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 75 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan yang meningkat hingga 18,7 kilometer per jam.
Sementara itu, pada dini hari cuaca diprediksi masih berawan dengan suhu sekitar 24 derajat Celsius.
Angin bergerak dari arah selatan dengan kecepatan 4,4 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 86 persen.
Hasil pemantauan visual yang dilakukan BPBD Bojonegoro menunjukkan sebagian besar wilayah Kabupaten Bojonegoro berada dalam kondisi berawan.
Kondisi tersebut terpantau merata di kawasan Bojonegoro Kota, wilayah selatan, timur, maupun barat.
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor kebencanaan.
Hingga laporan ini diterbitkan, tidak terdapat kejadian bencana alam maupun insiden kedaruratan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Di sisi lain, pemantauan debit Sungai Bengawan Solo yang bersumber dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III Bengawan Solo menunjukkan kondisi masih aman.
Tinggi muka air (TMA) tercatat berada pada level 7,14 meter dengan status normal. Selain itu, tren debit air terpantau mengalami penurunan sehingga belum menunjukkan potensi ancaman banjir.
BPBD Kabupaten Bojonegoro tetap mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi sungai, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran Bengawan Solo.
Meski kondisi saat ini masih aman dan terkendali, kewaspadaan tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (er)






