Peristiwa

Antri Berjam-jam Demi Solar, Sopir Truk Bojonegoro Minta Pemerintah Bertindak

aksesadim01
6387
×

Antri Berjam-jam Demi Solar, Sopir Truk Bojonegoro Minta Pemerintah Bertindak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260601 WA0054

BOJONEGORO – Kelangkaan bahan bakar jenis solar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai memicu keresahan dan kekecewaan para pengemudi kendaraan angkutan barang.

Sejumlah SPBU di Kabupaten Bojonegoro dilaporkan dipadati antrian kendaraan berbahan bakar solar yang mengular hingga mencapai sekitar satu kilometer.

Pada Senin (1/6/2026) sore hingga malam, antrian panjang terlihat di SPBU Sroyo, Kecamatan Kanor dan Sraturejo, Kecamatan Baureno, serta SPBU Brangkal, Kecamatan Kepohbaru.

Ratusan kendaraan, terutama truk dan armada angkutan barang, harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan solar.

Salah seorang sopir dump truck berinisial FZ (26), mengaku telah mengantri sejak sore hari di SPBU Sraturejo.

Namun setelah menunggu cukup lama, dirinya bersama sopir lain tidak bisa memperoleh solar karena penjualan dihentikan.

“Kami sudah antri dari sore sampai dekat Pabrik Wismilak Sraturejo. Tapi saat giliran mendekat, solar tidak dijual. Alasannya kurang jelas,” ungkap FZ dengan nada kecewa.

Karena tidak mendapatkan solar di lokasi tersebut, FZ kemudian memutuskan berpindah ke SPBU Brangkal, Kecamatan Kepohbaru.

Namun kondisi serupa kembali ditemuinya. Antrian kendaraan bahkan disebut lebih panjang dan diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.

“Di sini juga antriannya panjang sekali. Sekarang sudah pukul 21.20 WIB dan kami masih menunggu. Semoga saja bisa mendapatkan solar,” katanya.

Menurut FZ, para sopir tidak menuntut hal yang berlebihan kepada pemerintah.

Mereka hanya berharap ketersediaan solar dapat dipenuhi sehingga aktivitas distribusi barang tidak terganggu.

“Kami ini membeli, bukan meminta gratis. Tolong hak kami sebagai pengguna solar dipenuhi. Kalau harga naik mungkin kami bisa menerima, tapi setidaknya jangan dipersulit untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Indonesia sebagai negara yang dikenal memiliki sumber daya minyak dan gas yang melimpah.

Namun di lapangan, masyarakat masih harus mengantri panjang hanya untuk membeli bahan bakar yang menjadi kebutuhan utama operasional kendaraan angkutan.

“Negeri ini kaya hasil minyak, tapi rakyat masih harus antri panjang untuk membeli solar. Kami berharap kondisi ini menjadi perhatian serius pihak yang berwenang agar segera ada solusi,” tambahnya.

Kelangkaan solar yang terjadi belakangan ini dikhawatirkan berdampak pada aktivitas transportasi dan distribusi logistik di berbagai daerah.

Para sopir berharap pemerintah serta pihak terkait segera mengambil langkah cepat agar pasokan solar kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean SPBU. (er)