TNI/POLRI

Cegah PMK dan LSD, Petugas Periksa Ternak di Perbatasan Jombang-Lamongan

aksesadim01
5329
×

Cegah PMK dan LSD, Petugas Periksa Ternak di Perbatasan Jombang-Lamongan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260518 WA0016

LAMONGAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, pengawasan lalu lintas hewan ternak di wilayah perbatasan Kabupaten Lamongan diperketat.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular yang berpotensi mengganggu kesehatan ternak maupun masyarakat.

Pemeriksaan dilakukan aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan di jalur perbatasan Jombang–Lamongan, tepatnya di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Minggu (17/5/2026).

Sejak pagi, suasana di lokasi pemeriksaan tampak sibuk, setiap kendaraan pengangkut sapi maupun kambing yang melintas dihentikan sementara untuk dilakukan pengecekan kesehatan hewan secara menyeluruh.

Petugas memastikan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan Babinsa Koramil 0812/06 Ngimbang, personel Polsek Ngimbang, serta tim medis dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan.

Babinsa Koramil 0812/06 Ngimbang, Serda Eko Adi W, menegaskan bahwa pengawasan di titik perbatasan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyebaran wabah dari luar daerah, terutama saat permintaan hewan kurban meningkat drastis menjelang Idul Adha.

“Mobilitas ternak saat menjelang Idul Adha meningkat cukup tinggi. Karena itu pengawasan harus diperketat agar hewan yang diperjualbelikan benar-benar sehat dan masyarakat merasa aman,” ujarnya.

Selain pemeriksaan fisik ternak, petugas juga memberikan edukasi kepada peternak dan sopir kendaraan pengangkut terkait pentingnya menjaga kebersihan kandang, menjaga kesehatan hewan, serta segera melapor jika ditemukan gejala penyakit.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di wilayah perbatasan tersebut, petugas memastikan kondisi ternak masih aman dan belum ditemukan indikasi penyebaran penyakit menular berbahaya.

Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kesehatan hewan ternak, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang momentum Idul Adha. (fs)