BOJONEGORO – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi kader Posyandu.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (29/7/2026), tersebut diikuti para kader Posyandu serta unsur terkait sebagai bagian dari sasaran non fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama bertahun-tahun menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, peran kader kini semakin berat seiring berkembangnya tugas Posyandu yang tidak lagi hanya melayani ibu dan balita, tetapi juga mendukung berbagai program pelayanan dasar pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Posyandu yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat. Tugas kader saat ini semakin kompleks, namun Pemerintah Desa akan terus berupaya memberikan dukungan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Kusnadi.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun Puskesmas apabila menemukan persoalan kesehatan di masyarakat, termasuk dugaan kasus penyakit menular yang harus ditangani berdasarkan prosedur dan bukti medis.
Selain itu, Kusnadi menyampaikan bahwa Desa Kesongo saat ini menjadi lokasi berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pelaksanaan TMMD ke-129 dan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling bersinergi demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan kegiatan Bimtek Posyandu merupakan salah satu rangkaian program non fisik TMMD yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, selain pembangunan infrastruktur, Satgas TMMD juga menghadirkan berbagai penyuluhan dari organisasi perangkat daerah agar manfaat TMMD benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami melaksanakan berbagai kegiatan penyuluhan dari dinas terkait mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus,” kata Purnomo.
Sebagai tenaga kesehatan, Purnomo juga memanfaatkan keahliannya dengan membuka layanan pengobatan gratis bagi warga Desa Kesongo.
Ia mengaku setiap hari menerima warga, khususnya kalangan lanjut usia, yang datang memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Saya bersyukur bisa membantu masyarakat selama bertugas di Desa Kesongo. Apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan tidak bisa datang, kami juga siap mendatangi rumah warga selama masih berada di lokasi TMMD,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bendahara Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro dari DPMD, Eka Endang Sri Riyanti, menjelaskan transformasi Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).
Menurut Eka, perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi Posyandu agar mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih komprehensif.
“Kalau dulu masyarakat mengenal Posyandu hanya untuk penimbangan balita, imunisasi atau pelayanan kesehatan, sekarang cakupannya jauh lebih luas. Posyandu menjadi mitra pemerintah desa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” jelasnya.
Dia menerangkan bahwa setiap bidang memiliki tugas masing-masing, mulai dari edukasi pendidikan anak usia dini, pemantauan kesehatan, pendataan rumah tidak layak huni, pengelolaan air bersih dan sanitasi, penanganan sampah, hingga pendataan warga rentan penerima bantuan sosial.
Bahkan kader Posyandu juga diharapkan mampu menjadi penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa sehingga berbagai kebutuhan pembangunan dapat terakomodasi dalam perencanaan desa.
Eka juga menekankan pentingnya peran kader dalam mencegah stunting melalui edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga, termasuk mengajak masyarakat membiasakan konsumsi makanan bergizi seimbang dan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai saat makan.
Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh kader Posyandu di Desa Kesongo memahami konsep Posyandu 6 SPM sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam pelayanan kepada masyarakat, sehingga Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan dasar yang terpadu di tingkat desa.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa TMMD ke-129 tidak hanya membangun jalan, drainase, maupun rumah layak huni, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia agar pelayanan publik di Desa Kesongo semakin baik dan berkelanjutan. (Er)






