Daerah

Dari Punden hingga Kirab Budaya, Sedekah Bumi Desa Bulu Sugihwaras Bojonegoro Berlangsung Meriah

aksesadim01
6578
×

Dari Punden hingga Kirab Budaya, Sedekah Bumi Desa Bulu Sugihwaras Bojonegoro Berlangsung Meriah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260612 WA0021

BOJONEGORO – Semangat kebersamaan dan rasa syukur mewarnai tradisi Sedekah Bumi yang kembali digelar masyarakat Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (11/06/2026).

Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi momentum penting bagi warga untuk mensyukuri hasil panen sekaligus menjaga kelestarian budaya leluhur.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Bulu Wintono bersama perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, Linmas, serta warga dari berbagai kalangan usia.

Prosesi Sedekah Bumi diawali sehari sebelumnya dengan doa bersama dan kenduri di Punden Sumur Kijing.

Suasana khidmat terasa saat warga berkumpul memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan hasil pertanian yang melimpah sepanjang tahun.

Puncak kemeriahan berlangsung pada Kamis pagi melalui kirab budaya yang mengelilingi desa.

Arak-arakan dimulai dari wilayah RT 1 dan melintasi sejumlah ruas jalan desa sebelum berakhir di halaman rumah Kepala Desa Bulu.

Berbagai elemen masyarakat ikut ambil bagian dalam kirab tersebut, mulai perangkat desa, RT, RW, BPD, Linmas hingga kader desa.

Mereka membawa gunungan hasil bumi, tumpeng, serta aneka kreasi budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi masyarakat pedesaan.

Suasana semakin semarak dengan penampilan peserta yang mengenakan pakaian adat dan kostum tradisional.

Kehadiran berbagai ornamen budaya khas Jawa menjadi daya tarik tersendiri yang memikat perhatian warga sepanjang rute kirab.

Kemeriahan acara berlanjut hingga malam hari dengan pentas seni karawitan yang menghadirkan Paguyuban Seni Karawitan Milenial Mardi Budoyo dari Desa Kanor, Kecamatan Kanor.

Penampilan para seniman semakin menghidupkan suasana dengan iringan musik tradisional yang memukau.

Sejumlah waranggono ternama turut memeriahkan acara, di antaranya Nyi Linawati, Nyi Supriati, Nyi Miningsih, Nyi Yasmi, dan Nyi Ayumi.

Penampilan mereka bersama pramugari Cak Mardjuki berhasil menghibur masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Kepala Desa Bulu, Wintono, menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar adalah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah dijaga oleh para leluhur selama bertahun-tahun.

“Tradisi ini merupakan peninggalan leluhur yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga kekompakan, dan memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

Bagi masyarakat Desa Bulu, Sedekah Bumi memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perayaan panen.

Tradisi ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus wujud nyata nguri-uri budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Melalui tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi ini, masyarakat Desa Bulu membuktikan bahwa nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kecintaan terhadap budaya lokal tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. er)